JAKARTA - Performa Borneo FC masih belum konsisten hingga pekan kedelapan Super League 2026-2027. Hal itu menyusul kekalahan Borneo FC dari PSIM dengan skor 1-2 di Stadion Sultan Agung, Bantul, kemarin.
Pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo, mengatakan kekalahan tersebut sebagai bukti timnya belum tampil konsisten. Kondisi tersebut bisa dilihat penampilan timnya, baik pada babak pertama maupun kedua.
Gol semata wayang Borneo FC diciptakan A Habibie pada menit ke-33. Sementara itu, dua gol PSIM ditorehkan oleh A Purzycki (57) dan S Sheva (64).
"Menurut saya, pertandingan ini terbagi menjadi dua babak yang sangat berbeda. Pada 30 hingga 35 menit pertama, kami tidak bermain dengan baik. Kami kurang intensitas dalam duel-duel perebutan bola. Bahkan saat menguasai bola, kami kesulitan banyak operan yang meleset dan kontrol bola yang buruk," kata Mauro dilansir dari laman I.League, Senin (2/11/2026).
"Kami tidak setajam pertandingan-pertandingan sebelumnya. Meski begitu, kami menutup babak pertama dengan lebih baik setelah mencetak gol," tambah Mauro Jeronimo.
Pelatih asal Portugal itu mengatakan timnya tampil lebih baik di babak kedua setelah melakukan rangkaian evaluasi di ruang ganti. Namun, malah Borneo FC kebobolan dua kali sehingga menelan kekalahan.
"Sepak bola terkadang memang seperti ini di babak pertama kami bermain kurang maksimal tetapi justru berhasil mencetak gol. Sementara di babak kedua kami bermain lebih baik namun malah kebobolan," ujarnya.
Mauro mengatakan sudah mengantongi sejumlah aspek yang akan segera dibenahi agar tidak kembali hilang poin dalam laga-laga selanjutnya. Kekalahan itu menjadi sebuah pembelajaran berharga buat Borneo FC.