BANDUNG — Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menyebut ketatnya persaingan perebutan takhta juara Super League 2025-2026 turut dipengaruhi oleh faktor dewi fortuna. Pria asal Kroasia tersebut menilai sang rival terdekat, Borneo FC, merupakan tim yang luar biasa tangguh namun hanya kurang beruntung di fase akhir kompetisi.
Skuad Maung Bandung -julukan Persib- mengunci gelar juara Super League dengan poin 79 sama seperti Borneo FC di posisi kedua. Namun, Marc Klok dan kolega unggul dalam head-to-head atas Pesut Etam –julukan Borneo FC.
Bojan Hodak mengatakan keberuntungan berada di Persib ketimbang Borneo FC. Dia mengatakan Borneo FC memiliki skuad yang berkualitas yang membuat persaingan perebutan gelar juara sangat ketat.
"Tidak beruntung, mereka tidak punya keberuntungan. Mereka tim bagus tapi tidak beruntung," kata Bojan Hodak di Bandung, dikutip Senin (25/5/2026).
"Lihat, musim ini jauh lebih sulit karena setiap tim punya tujuh pemain asing. Di setiap tim ada lima atau enam pemain lokal bagus, jadi sangat sulit untuk menang," tambahnya.
Pelatih asal Kroasia itu mengatakan juga sangat menikmati persaingan gelar juara dengan Borneo FC dan sempat juga dengan Persija. Menurutnya, ketatnya persaingan sebagai tanda kompetisi di Indonesia semakin meningkat kualitasnya.
"Saya pikir kualitas liga meningkat dibanding musim-musim sebelumnya. Jadi, jauh lebih sulit. Bisa dilihat ada tiga tim yang benar-benar lebih siap dibanding yang lain," katanya.
"Saya rasa belum pernah ada tim dengan 79 poin tapi gagal juara. Kami lihat musim depan nanti," sambungnya.
Prestasi itu membuat Persib menjadi juara tiga kali secara beruntun, yakni musim 2023-2024, 2024-2025, dan 2025-2026. Tentunya itu menjadi prestasi membanggakan buat tim asal Bandung tersebut.
(Rivan Nasri Rachman)