PELATIH Persib Bandung, Bojan Hodak membeberkan alasan merekrut bek Timnas Indonesia Dion Markx. Terlebih, pemain berdarah Indonesia-Belanda itu masih berusia 20 tahun.
Pelatih asal Kroasia ini membenarkan Dion Markx merupakan pemain muda potensial. Namun, pemain yang beroperasi sebagai bek tengah itu memiliki kualitas.
“Ia cukup baik ketika memegang bola, tapi secara pertahanan, meski cukup tinggi masih perlu berbenah,” kata Boja Hodak.
Pelatih berkepala plontos ini memiliki keyakinan terhadap Dion Markx. Bahkan tak segan-segan ia menyebut pemain yang dikontrak selama 2,5 musim ini memiliki masa depan cerah.
Tercatat, sebelum bergabung dengan Persib Bandung, Dion Markx bermain di Divisi II Liga Belanda bersama TOP Oss. Ia juga menghabiskan masa pembinaan di akademi klub-klub ternama Belanda seperti Vitesse Arnhem dan NEC Nijmegen.
“Ia punya masa depan cerah dan kami mendatangkannya untuk masa depan. Bisa dilihat juga hari ini ada enam anak muda di latihan, semuanya adalah masa depan Persib,” bebernya.
Bojan Hodak tak menampik kehadiran Dion Markx akan membuat persaingan di tim semakin ketat. Terutama untuk mengisi kuota pemain U-23 di Super League.
“Ketika musim dimulai, pada dasarnya kami hanya memiliki Kakang (Rudianto) dan Robi (di pemain U-23). Tapi, saat musim sudah berjalan, Fitrah Maulana bermain di satu laga melawan Borneo FC, dia bermain cukup bagus,”
“Lalu ketika Nazriel mulai dimasukkan, dia juga bermain cukup bagus. Zul (Zulkifli Lukmansyah) memang belum bermain di pertandingan resmi, tapi dia banyak berkembang jika dibandingkan sejak awal musim. Jadi ketika ada 5-6 pemain dalam tim, tentu itu menjadi lebih bagus untuk persaingan,” tutup Bojan Hodak.
(Ramdani Bur)