“Keduanya membawa satu pesan tegas bahwa PSIM melangkah dan bertarung di kasta tertinggi hari ini dengan membawa harga diri sebagai klub yang punya sejarah panjang dalam sepakbola nasional, sekaligus berkomitmen menjaga nilai luhur budaya Jogja dan memori setiap orang yang terlibat di dalamnya,” jelas Osa.
Akar sejarah panjang PSIM sejak era perserikatan menjadi fondasi emosional yang berharga bagi klub dalam menyongsong musim baru ini. Rekam jejak gemilang para pendahulu diharapkan mampu mendongkrak motivasi tanding para pemain di atas lapangan hijau.
“Derap langkah PSIM adalah tentang bagaimana kita membawa refleksi dari sejarah panjang di masa lalu untuk menaklukkan tantangan hari ini, dan masa depan," tutup Osa.
(Rivan Nasri Rachman)