Fantastis, Erick Thohir Sebut Pendapatan Liga Indonesia Tembus Rp705 Miliar per Musim

Yuwantoro Winduajie, Jurnalis
Senin 03 Agustus 2026 18:13 WIB
Erick Thohir menyebut pendapatan Liga Indonesia mencapai Rp705 per musim (Foto: Okezone/Yuwantoro Winduajie)
Share :

JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkap fakta soal pendapatan Liga Indonesia yang menembus Rp705 miliar per musim. Menurutnya, angka tersebut mencerminkan adanya perkembangan pesat industri sepak bola Tanah Air dalam beberapa tahun terakhir.

Fakta itu diungkap Erick dalam Kongres Biasa PSSI 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (3/8/2026). Pendapatan tersebut tentunya berdampak langsung pada kondisi keuangan klub. 

1. Pemasukan Lebih Besar

Erick menuturkan, klub-klub Liga 1 maupun Liga 2 memperoleh pemasukan yang lebih besar dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Besarnya angka tersebut tentu sangat melegakan.

"Kalau kita lihat, pendapatan liga per musim sekarang sudah mencapai Rp705 miliar. Ini perkembangan yang sangat baik," kata Erick, Senin (3/8/2026).

"Klub-klub Liga 1 maupun Liga 2 kini mendapatkan pemasukan yang jauh lebih tinggi dibandingkan beberapa tahun lalu,” sambung pria yang juga Menpora RI itu.

“Silakan nanti dicek sendiri, bandingkan pendapatan klub dari liga tiga tahun lalu dengan sekarang," tukas Erick.

"Setelah tiga tahun terakhir, liga kita sudah berkembang dengan pendapatan mencapai Rp705 miliar. Saya rasa ini merupakan liga olahraga terbesar di Indonesia. Tidak ada liga olahraga lain yang memiliki pendapatan sebesar itu," kata Erick.

 

3. Tidak Hanya Bertumpu pada Kompetisi

Meski demikian, Erick menyatakan penguatan sepakbola tidak cukup hanya bertumpu pada tim nasional dan kompetisi profesional. Menurutnya, pembinaan di daerah melalui Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI harus menjadi fokus berikutnya.

Karena itu, Kongres Biasa PSSI 2026 menekankan penguatan peran Asprov sebagai fondasi utama pembinaan sepakbola nasional. PSSI juga berencana memberikan kewenangan lebih besar kepada Asprov dalam mengelola kompetisi daerah.

"Setelah liga berjalan baik dan tim nasional menunjukkan perkembangan, sekarang justru Asprov PSSI yang harus menjadi ujung tombak pembinaan ke depan," papar Erick.

"Dengan demikian, piramida pembinaan akan terbentuk: tim nasional kuat, liga kuat, dan Asprov juga kuat dalam menjalankan pembinaan," tandasnya.

(Wikanto Arungbudoyo)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya