PEMAIN Persib Bandung, Thom Haye, merespons pernyataan Fabio Lefundes yang menyebut Borneo FC gagal juara Super League 2025-2026 karena kalah head-to-head. Ia mengatakan aturan head-to-head diadakan demi menjaga juara sejati.
“Mungkin aturan itu ada untuk melindungi juara sejati dari hasil seperti pertandingan terakhir,”
kata Thom Haye di akun Instagram-nya, @thomhaye, Okezone mengutip dari @futboll.indonesiaa.
Persib Bandung juara Super League 2025-2026 setelah mengoleksi 79 angka, sama persis dengan Borneo FC di posisi dua. Maung Bandung -julukan Persib Bandung- berhak menjadi juara karena unggul head-to-head atas Borneo FC.
Setelah menang 7-1 atas Malut United di pekan pamungkas Super League 2025-2026, pelatih Borneo FC Fabio Lefundes angkat suara. Ia menyayangkan Borneo FC gagal juara karena kalah head-to-head dari Persib Bandung.
Padahal, jika ukurannya selisih gol, Borneo FC akan keluar sebagai juara. Borneo FC memiliki selisih gol +43, berbanding +37 milik Persib Bandung. Kemenangan 7-1 Borneo FC atas Malut United di laga pamungkas menjadi salah satu alasan kenapa Pesut Etam -julukan Borneo FC- unggul selisih gol atas Persib Bandung.
“Sayang sekali gelar juara hilang hanya karena aturan head-to-head. Padahal, jika bicara data dan statistik, performa Borneo FC jauh di atas siapa pun,” kata Fabio Lefundes.
Sejatinya aturan head-to-head sudah diterapkan sejak beberapa musim lalu. Bahkan Bhayangkara FC juara Liga 1 2017 juga ditentukan lewat head-to-head setelah menang atas Bali United.
Satu yang pasti, Persib Bandung dan Borneo FC telah berjuang menjadi yang terbaik di Super League 2025-2026. Hadiah dari pencapaian ini, Persib Bandung dan Borneo FC akan mentas di kompetisi antarklub Asia.
Persib Bandung akan tampil di playoff AFC Champions League 2 2026-2027. Sementara Borneo FC, langsung lolos ke fase grup AFC Challenge League 2026-2027.
(Ramdani Bur)