Persipura Jayapura Buka Suara Usai Kena Sanksi Berat dari Komdis PSSI

Andri Bagus Syaeful , Jurnalis
Jum'at 22 Mei 2026 00:01 WIB
Persipura Jayapura gagal promosi ke Super league 2026-2027. (Foto: Instagram/persipurapapua1963)
Share :

JAYAPURA - Manajemen Persipura Jayapura akhirnya resmi merilis pernyataan sikap guna merespons sanksi berlapis dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat kerusuhan penonton pada laga krusial perebut tiket promosi Super League 2026-2027. Tim kebanggaan masyarakat Papua yang akrab disapa Mutiara Hitam ini harus menerima kenyataan pahit berupa hukuman menggelar laga kandang tanpa penonton selama satu musim penuh.

Sanksi tersebut diberikan setelah Persipura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC pada pertandingan playoff promosi Super League, 8 Mei 2026 lalu. Kericuhan terjadi di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, beberapa saat setelah laga berakhir.

Selain sanksi larangan penonton, Persipura juga dikenai denda dengan total mencapai Rp240 juta. Hukuman itu diberikan berdasarkan berbagai pelanggaran yang terjadi selama dan setelah pertandingan berlangsung.

1. Dampak Laga Tanpa Penonton

"Kami memahami bahwa disiplin, keamanan, serta kepatuhan terhadap regulasi FIFA dan PSSI merupakan bagian penting dalam membangun sepak bola Indonesia yang lebih baik dan profesional," keterangannya manajemen Persipura, dikutip Jumat (22/5/2026).

"Namun demikian, kami juga percaya bahwa pembatasan total terhadap kehadiran penonton dan suporter bukanlah satu-satunya solusi jangka panjang. Sepak bola tanpa kehadiran pendukung akan kehilangan sebagian dari semangat, identitas, dan ikatan emosional yang menjadi jiwa dari olahraga ini," tambah keterangan Persipura.

Laga Persipura Jayapura vs Adhyaksa FC berakhir ricuh (Foto: Instagram/@prettygirllo0oni)

Bagi manajemen Persipura, hal yang tidak kalah penting ke depannya adalah edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan kepada para suporter, pendukung, serta penonton secara umum. Hal itu guna membangun kesadaran yang lebih baik tentang bagaimana mendukung tim secara bertanggung jawab, menghormati regulasi, menjaga ketertiban, serta saling menjaga satu sama lain selama pertandingan berlangsung.

"Budaya disiplin dalam sepak bola tidak dapat dibangun hanya melalui hukuman semata, tetapi juga melalui pembinaan, komunikasi, dan rasa tanggung jawab bersama," sambung keterangan klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya