SAFETY and Security Officer (SSO) Borneo FC, Ahmad Herman Almuflih, mengatakan Persija Jakarta dan Persib Bandung tidak akan menggunakan kendaraan taktis (rantis) untuk menuju Stadion Segiri, Samarinda. Keputusan ini berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan pihak kepolisian di Samarinda pada Jumat 8 Mei 2026 siang WIB.
Pertemuan kedua tim itu tersaji dalam pekan ke-32 Super League 2025-2026. Laga tersebut terpaksa digelar di Stadion Segiri karena tidak mendapatkan izin keramaian untuk berlangsung di Jakarta dan Pulau Jawa.
Ahmad Herman Almuflih mengatakan pengawalan superketat akan diberlakukan untuk bus Persija dan Persib selama di Samarinda. Langkah itu diambil untuk memberikan rasa aman kepada kedua tim yang akan bertanding.
"Naik bus seperti biasa. Tidak naik barracuda," kata Herman kepada Okezone, Jumat 8 Mei 2026.
"Pengawalan ketat bahkan di hotel pun dikawal. Barracuda tetap disiagakan. Pengawalan (polisi) ke stadion. 620 personel. Ini personel gabungan TNI, Polri, dishub dan dinas terkait," ucap Herman.
Herman mengatakan tiket diperuntukkan hanya untuk suporter skuad Macan Kemayoran -julukan Persija- yakni The Jakmania. Hal itu dikarenakan masih diberlakukan larangan suporter tandang, sehingga suporter Persib Bandung dilarang hadir ke Stadion Segiri.
"Kuota tiket hanya 7.500 untuk ekonomi saja. Tiket tidak dijual umum," kata Herman.
"Untuk tribun VIP khusus hanya tiket compliment dan undangan. Jadi, VIP tidak dijual tiketnya baik di Jakmania maupun umum," tambahnya.
Ia mengatakan pengamanan di area dalam stadion akan diperketat untuk menjamin keberlangsungan laga. Alhasol, steward yang dikerahkan akan tiga kali lipat dari laga-laga yang berlangsung di Stadion Segiri sebelumnya.
"Tiga kali lipat," tutup Herman.
(Ramdani Bur)