GIANYAR – PSIM Yogyakarta mengusung misi besar untuk mengakhiri tren negatif saat bersua Persija Jakarta pada pekan ke-29 Super League 2025-2026. Laskar Mataram bertekad menjadikan laga ini sebagai titik balik setelah gagal meraih poin penuh dalam lima pertandingan terakhir mereka.
PSIM Yogyakarta akan berhadapan dengan Persija Jakarta di pekan ke-29 Super League 2025-2026. Laga itu akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali pada Selasa (22/4/2026) pukul 15.30 WIB.
Pertandingan itu akan menjadi momentum bagi PSIM Yogyakarta untuk menyudahi rentetan hasil negatif. Dalam lima laga sebelumnya, Laskar Mataram nihil kemenangan.
Mereka ditahan imbang Semen Padang (0-0) dan Persijap Jepara (2-2), kemudian kalah beruntun dari Dewa United (0-1), PSM Makassar (1-2), serta Bhayangkara Presisi Lampung FC (1-2). Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean Paul Van Gastel, ingin tren negatif ini berakhir.
"Satu-satunya hal yang menjadi perhatian saya adalah kami menelan terlalu banyak kekalahan. Saya tidak puas dengan hasil ini karena saya rasa kami bisa jauh lebih baik,” kata Van Gastel dikutip dari laman resmi PT Liga Indonesia Baru (I.League), Selasa (22/4/2026).
"Pada pertandingan-pertandingan putaran kedua, kami sebenarnya sudah sangat dekat dengan kemenangan, tapi hasilnya selalu menjadi negatif. Padahal kami sering berada di posisi unggul lebih dulu," tambahnya.
Saat ini, PSIM Yogyakarta berada di posisi 11 klasemen dengan raihan 38 poin. Sementara bagi Persija Jakarta, pertandingan ini menjadi krusial untuk menjaga asa meraih gelar juara.
Macan Kemayoran – julukan Persija Jakarta – kini berada di urutan ketiga klasemen dengan koleksi 58 poin, tertinggal tujuh angka dari sang pemimpin; Persib Bandung dan berjarak lima angka dari posisi kedua Borneo FC.
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menegaskan laga mendatang akan menjadi krusial bagi Persija. Pelatih asal Brasil itu pun mengatakan timnya sudah siap untuk merebut tiga poin.
"Persiapan pertandingan ini, karena dari pertandingan sebelumnya waktunya yang menjelang pertandingan di Bali ini kita tidak banyak. Kita juga tidak hitung dengan perjalanan jauh ya ke Bali ini karena kita pikir kita main di Jogja," tutur Souza.
"Tapi waktu yang kita punya saat ini kita lakukan dengan baik, persiapan. Dan kita termotivasi dan kita tahu bagaimana penting pertandingan besok buat kita," pungkasnya.
(Rivan Nasri Rachman)