JAKARTA – Pelatih Persijap Jepara, Divaldo Alves, tengah memeras otak demi menyelamatkan timnya dari ancaman degradasi. Pelatih berkebangsaan Portugal tersebut mengungkapkan tambahan amunisi baru menjadi harga mati bagi Laskar Kalinyamat –julukan Persijap Jepara– untuk mengubah nasib di paruh kedua musim Super League 2025-2026.
Persijap Jepara saat ini masih tertahan di posisi ke-17 klasemen sementara Super League 2025-2026. Sebagai tim promosi, Laskar Kalinyamat mencatatkan rapor yang paling merah dibandingkan dua tim promosi lainnya, yakni PSIM Yogyakarta dan Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Sebagai perbandingan, PSIM Yogyakarta tampil mengejutkan dengan menembus urutan keenam, sementara Bhayangkara FC stabil di posisi 10 klasemen. Situasi kontras ini membuat Alves memikul beban berat untuk segera melakukan perbaikan besar-besaran di sisa musim ini.
Alves bertekad kuat untuk segera mengeluarkan Persijap Jepara dari zona merah. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah memperkuat kedalaman skuad dengan mendatangkan tenaga baru pada bursa transfer paruh musim 2025-2026.
Alves mengisyaratkan pergerakan tim di pasar transfer belum akan berhenti setelah kedatangan Borja Herrera. Menurutnya, calon pemain baru yang akan didatangkan harus memenuhi kriteria ketat yang telah disepakati antara dirinya dan manajemen klub.
"Ya, tentang bursa transfer ini. Yang jelas kita akan perbaiki sedikit supaya kita bisa keluar dari zona yang ada sekarang," ujar Alves dalam konferensi pers jelang pertandingan kontra Persija Jakarta, Jumat (2/1/2026).
"Otak saya dengan manajemen beberapa rapat kita perlu pemain yang sedikit pengalaman di Super League (Liga 1) dan beberapa asing juga yang bisa bantu kita," tambahnya.