Dari jumlah tersebut, Rp5 miliar otomatis diberikan kepada klub dengan bertahap mulai April-November 2018. Namun sisanya yaitu Rp2,5 miliar hanya bisa dicairkan untuk membiayai program pengembangan pemain muda klub.
Operator liga PT Liga Indonesia Baru (LIB) menyebut penilaian program pengembangan pemain muda tersebut dilakukan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), sementara LIB hanya sebagai pihak penyalur subsidi itu.
Akan tetapi, PT LIB masih menunggu rincian bagaimana mekanisme klub-klub Liga 1 2018 bisa mendapatkan subsidi Rp2,5 miliar, dari total Rp7,5 miliar yang dijanjikan.
"Kami belum mengetahui rincian tentang pengembangan pemain muda itu. Apakah dengan memiliki akademi saja sudah cukup atau bagaimana. Kami masih menunggu penjelasan dari PSSI," tutur Direktur Operasional PT LIB Tigorshalom Boboy.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)