"Kekurangan kami di AFC adalah akademi pemain muda. Karena itulah kami berusaha mengembangkannya," kata Suwanto.
Perseru Serui juga bertekad menunaikan kewajiban adanya program pesepak bola usia dini.
Manajer Perseru Serui Kilion Imbiri menuturkan, pihaknya tinggal memoles saja sistem pembinaan pemain muda mereka karena sebelumnya mereka sudah memiliki SSB Saireri yang menyediakan pelatihan untuk pemain U-12 hingga U-19.
"Ini termasuk langkah baik juga," kata Kilion.
Seperti diketahui, berbeda dengan musim 2017, pada musim 2018, setiap klub Liga 1 mendapatkan subsidi sebesar Rp7,5 miliar, tetapi dengan distribusi terpisah.