MALANG - Kemenangan 1-5 di kandang Cenderawasih Papua memunculkan nama Reza Mustofa yang menjadi bintang lapangan. Pemain kelahiran 1989 yang selalu mendapat kepercayaan Pelatih Persema Timo Scheunemann di musim 2010-2011.
Reza yang diduetkan dengan Han Sang Min di Stadion Mandala, merupakan pemain serba bisa yang mampu berposisi sebagai striker, sayap, maupun gelandang. Dia adalah salah satu pemain muda yang dipercaya Timo di tim utama, selain Jaya Teguh Angga dan pemain lain.
Timo cukup percaya diri menyandingkan Reza dan pemain muda lainnya dengan legiun gaek macam Bima Sakti. “Saya yakin mereka akan berkembang jika diberi kesempatan. Saya akan menjaga keseimbangan pemain muda dengan senior di tim,” tutur Timo.
Memang, pelatih berdarah Jerman-Jawa ini pernah mengeluhkan mental pemain muda yang masih labil. Tapi menurutnya itu semua konsekuensi logis ketika sebuah tim memunculkan bakat berpotensi. Dua gol yang diciptakan Reza di Jayapura menjadi jawaban kepercayaannya selama ini.
Terlepas hasil besar yakni kemenangan 1-5, dua gol dari kaki Reza menjadi memunculkan harapan tersendiri bagi Timo. Ia ingin gol tersebut membuat pemain mudanya terus meningkatkan kemampuan dan berorientasi pada tim reguler.
Di tim Persema sendiri ada perbedaan cukup jauh terkait usia pemain. Reza, Jaya, maupun Yogi Alfian terpaut jauh dengan pemain senior macam Bima Sakti, M Kamri, atau Kasan Soleh. Cukup beralasan jika regenerasi di Laskar Ken Arok mau tak mau harus digulirkan.
Pelatih yang memegang lisensi A UEFA ini mengisyaratkan bakal membuka pintu lebar-lebar bagi pemain berbakat Persema. Sejauh pemain itu mempunyai keunggulan teknik maupun mental, maka tim inti bukanlah posisi tak mustahil digapai.
Sementara, Timo juga mengaku puas dengan tampilan striker anyar Han Sang Min yang bisa menjadi alternatif di timnya. Walaupun belum secara reguler mencetak gol di tiap pertandingan, peling tidak ia bisa mengisi kekosongan kala sejumlah pemain absen.
Saat Irfan Bachdim tak bisa dimainkan di Papua, ia menjalankan fungsinya dengan sebuah gol. Memang hanya satu gol, tapi melihat proses dan timing-nya, gol Han dipandang krusial karena mengejutkan tuan rumah. Golnya tercipta kala laga baru berjalan tiga menit.
“Sebelum ada Han, kita selalu kebingungan saat kehilangan satu atau dua penyerang. Sekarang dia bisa menjalankan tugasnya dengan lumayan baik. Tak ada Irfan, dia bisa cetak gol. Kita lebih banyak mempunyai pilihan,” tandas Timo.
(Muchamad Syuhada)