Persema Pakai Pemain Murah

Kukuh Setiawan, Jurnalis · Senin 22 Agustus 2011 06:29 WIB
https: img.okezone.com content 2011 08 22 49 494598 UOE1MZZutJ.jpg

MALANG - Langkah mengejutkan kembali dibuat Pelatih Persema Malang Timo Scheunemann. Belum juga merekrut pemain anyar, lagi-lagi ia membuang pemain lokalnya dengan alasan tidak mengalami perkembangan dalam semusim terakhir.

 

Selain itu, untuk menghemat pengeluaran klub, Timo bakal memakai pemain murah dengan banderol 'hanya' Rp50 juta per musim. Sangat ironis karena saat mengawali Liga Primer Indonesia (LPI), Persema mengontrak Irfan Bachdim Rp1,5 miliar per musim.

 

Selain itu pemain yang harus direvisi kontraknya, harus mengalami pemangkasan nilai kontrak dari 20% hingga 50%. Kebijakan inilah yang sangat berat bagi pemain dan tidak semuanya menerima begitu saja.

 

Keempat pemain yang menjadi korban pencoretan adalah Yogi Alfian, Jaya Teguh Angga, Isack Oagai dan Samsul Huda. Padahal keempatnya adalah pemain muda yang sebenarnya masih punya kesempatan untuk berkembang jika mendapatkan kesempatan yang memadai.

 

Namun Timo tampaknya tak mau peduli. Ia melihat performa keempatnya jauh dari standar saat ikut kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI). Walau mengaku ada rasa berat mencoret keempat pemain lokalnya, Timo mengaku tak mempunyai pilihan lain.

 

"Saya tahu mereka pemain yang disiplin dan punya kepribadian baik. Tapi berdasar pemantauan teknis, keempatnya tak berkembangan dan malah ada yang menurun drastis," ungkap Timo. Sayang pencoretan keempat pemain itu agak 'mencurigakan'.

 

Sebab saat ini Laskar Ken Arok tengah melakukan revisi kontrak setelah konsorsium LPI memutus kerjasama. Revisi kontrak tersebut salah satunya adalah pemangkasan gaji pemain untuk menghemat pengeluaran Persema musim depan.

 

Dari sekian nama, ada sejumlah pemain yang menolak kebijakan tersebut, salah satunya bek Suroso yang kemudian berhasrat mundur. Nah, keempat pemain itu dikabarkan juga menolak pemangkasan gaji, begitu menurut informasi sebuah sumber di internal manajemen.

 

"Jadi masalah teknik yang tak berkembang itu adalah sebagai alasan halus karena keempatnya memang menolak perpanjangan kontrak," tukas sumber HATTRICK. Kebetulan untuk musim depan Timo hanya akan memakai pemain dengan harga di kisaran Rp50 juta per musim. Sedangkan kontrak pemain seperti Jaya Teguh Angga sudah di atas Rp100 juta.

 

CEO Persema Didied Poernawan mengakui klub harus membuat kebijakan ekstrim menghadapi musim baru karena sumber dana masih belum melimpah. "Jadi kami berterimakasih kepada pemain yang tetap berkomitmen membela Persema walau situasinya kurang bagus," ucapnya.

 

Pihaknya belum berani menyebut berapa anggaran yang disediakan Persema setelah lepas dari Konsorsium LPI. Yang pasti klub bersarang di Stadion Gajayana tak bisa lagi menggunakan dana APBD yang dulunya mencapai Rp18 miliar per musim.

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini