Ia menjelaskan, Villarreal adalah tim yang sangat piawai dalam menguasai bola.
"Jika melihat statistik, mungkin banyak orang tidak menyadari kualitas mereka. Tetapi setelah Barcelona, merekalah tim terbaik dalam berbagai aspek di La Liga. Mereka mencatatkan penguasaan bola sebesar 61 persen, dan angka expected goals mereka sangat tinggi," ujarnya.
"Kami baru benar-benar lepas setelah berada dalam tekanan berat—tertinggal 0-2—saat kami sadar tidak ada lagi yang perlu dipertahankan, sehingga kami harus bermain tanpa rasa ragu sedikit pun," ucapnya.
"Sejak saat itu, performa kami jauh lebih baik karena kami berhasil memenangkan banyak duel. Lawan memang memiliki pemain-pemain dengan teknik yang luar biasa, tetapi secara fisik, kami mampu memaksakan ritme permainan kami di babak kedua, dan bagi mereka, sangat sulit untuk mengimbangi ritme tersebut," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)