JAKARTA - Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, menyebut kemenangan melawan Villarreal sangat berarti. Florian Wirtz dan kawan-kawan sempat tertinggal 2 gol lebih dulu lalu comeback menjadi 4-3.
Liverpool menghadapi Villarreal pada matchday ketiga Liga Champions 2026-2027. Pertandingan itu digelar di Stadion Anfield, Rabu (21/10/2026) dini hari WIB.
Pada laga itu, Liverpool sempat dikejutkan tamunya Villarreal. The Reds tertinggal 2 gol lebih dulu lewat gol Georges Mikautadze (4') dan Sergi Cardona (29').
Liverpool kemudian menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada babak pertama lewat gol Alexis Mac Allister (36') dan Ronald Araujo (45+2).
Pada babak kedua, Liverpool sempat unggul 4-2 lewat gol Mac Allister (65') dan Florian Wirtz (68'). Jelang pertandingan berakhir, Villarreal memperkecil keadaan lewat gol Tanitoluwa Oluwaseyi.
Andoni Iraola menyebut pertandingan itu tidak membosankan. Ia juga memuji permainan tim asuhan Inigo Perez tersebut.
"Pertandingan ini jelas tidak membosankan. Menurut saya, mereka jauh lebih baik daripada kami, terutama dalam 30-35 menit pertama hingga kedudukan 2-0," katanya dalam laman resmi Liverpool.
Namun, pada babak kedua, tim tuan rumah bangkit. Liverpool berhasil balik unggul menjadi 4-2.
"Kami tampil jauh lebih baik di babak kedua, khususnya selama 30-35 menit awal hingga terciptanya gol keempat," ucap Andoni Iraola.
Ia menjelaskan, tim asuhannya memulai pertandingan dengan terlalu santai, bahkan saat skor 4-2 pun situasinya belum benar-benar aman.
"Anda mungkin berpikir laga sudah berakhir, tetapi mereka terus menekan hingga menit terakhir karena mereka adalah tim yang sangat bagus," tutur Andoni Iraola.
"Saya sangat menghargai tiga poin ini karena hari ini kami menghadapi lawan yang benar-benar hebat. Saya tahu betul kualitas mereka. Itulah alasan mengapa kemenangan ini sangat berarti bagi kami," katanya.
Ia menjelaskan, Villarreal adalah tim yang sangat piawai dalam menguasai bola.
"Jika melihat statistik, mungkin banyak orang tidak menyadari kualitas mereka. Tetapi setelah Barcelona, merekalah tim terbaik dalam berbagai aspek di La Liga. Mereka mencatatkan penguasaan bola sebesar 61 persen, dan angka expected goals mereka sangat tinggi," ujarnya.
"Kami baru benar-benar lepas setelah berada dalam tekanan berat—tertinggal 0-2—saat kami sadar tidak ada lagi yang perlu dipertahankan, sehingga kami harus bermain tanpa rasa ragu sedikit pun," ucapnya.
"Sejak saat itu, performa kami jauh lebih baik karena kami berhasil memenangkan banyak duel. Lawan memang memiliki pemain-pemain dengan teknik yang luar biasa, tetapi secara fisik, kami mampu memaksakan ritme permainan kami di babak kedua, dan bagi mereka, sangat sulit untuk mengimbangi ritme tersebut," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)