JAKARTA - Mantan Ketua Umum (Ketum) The Jakmania Ferry Indrasjarief menyatakan oknum suporter yang terekam memegang stik baseball bukan di lokasi penyerangan bus EPA Persib U-18. Ia pun meminta hal tersebut tidak dimanfaatkan untuk memperkeruh suasana.
Bus EPA Persib U-18 diserang oknum suporter di Batang, Jawa Tengah. Hal itu membuat adanya sejumlah kerusakan bus dan tindakan penjarahan.
Ferry Indrasjarief sudah mengonfirmasi ke perwakilan Persib terkait adanya beberapa potongan video yang dikaitkan dengan penyerangan itu. Namun, potongan suporter yang memegang stik baseball bukan dari lokasi penyerang di Batang.
"Saya berharap gini, semua pihak, Jakmania atau siapapun untuk tidak sembarangan menyebarkan video-video, foto-foto yang belum tentu berkaitan dengan kejadian langsung. Kayak misalnya ada video di mana ada anak-anak bawa apa? Stik baseball, itu sempat dapat respons dari mana-mana," kata Ferry Indrasjarief saat ditemui di Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (13/10/2026).
"Saya selalu ngecek ke pihak Persib, apa benar ini video yang direkam anak-anak EPA Persib? Mereka bilang ini bukan. Berarti kalau bukan, berarti ini bukan kejadian di situ kan? Walaupun saya enggak kenal orang-orang itu. Kita mau cross check ke mana? Satu-satunya kan cross check ke Persib. Ternyata mereka membantah yang bawa-bawa stik baseball itu video dari mereka. Berarti itu bukan kejadian di Batang," ucapnya.
Pria berusia 61 tahun membenarkan adanya aksi penjarahan saat penyerangan tersebut. Ia juga sudah mengonfirmasi hal ini ke pihak Persib.
"Ketika ada adegan video penjarahan, saya tanya lagi sama mereka. Saya bilang itu bus dia, itu memang bus mereka. Jadi berarti ini benar kejadian di Batang," ucapnya.