Perkembangan tersebut juga tercermin dari statistik pertandingan. Persebaya mampu melepaskan 14 tembakan dengan empat di antaranya tepat sasaran. Dua gol kemenangan lahir melalui skema permainan terbuka, menunjukkan semakin baiknya koordinasi antarpemain dalam membangun serangan.
Menurut Tavares, variasi cara Persebaya menciptakan peluang menjadi sinyal positif dalam proses pembentukan tim. Ia melihat para pemain mulai mampu menerjemahkan prinsip-prinsip permainan yang selama ini diasah dalam latihan.
Dengan kemenangan tersebut, Persebaya mengakhiri fase Grup B sebagai juara dengan raihan sempurna, sembilan poin dari tiga pertandingan. Pada babak semifinal Piala Presiden 2026, Green Force akan menghadapi runner-up Grup A, Arema FC.
(Erha Aprili Ramadhoni)