AIR mata Bernardo Tavares tumpah setelah Gledson Paixao da Silva sukses mengeksekusi penalti penentu dalam laga final Piala Presiden 2026. Pelatih Persebaya Surabaya itu tak kuasa menahan tangis karena berhasil membantu klub mengakhiri penantian 22 tahun tanpa 'trofi besar'.
Persebaya sukses mengalahkan Persib Bandung lewat drama adu penalti dengan skor 1-1 (6-5) di final turnamen pramusim Piala Presiden 2026. Pertandingan pamungkas itu digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali pada Kamis, 6 Agustus 2026, malam WIB.
Bajol Ijo curi keunggulan lebih dulu lewat sepakan jarak dekat Ramadhan Sananta (20'). Persib kemudian menyamakan kedudukan via tendangan terukur Patricio Matricardi (24'). Skor sama kuat bertahan hingga kedua tim harus adu mental dan kemampuan di babak 'tos-tosan'.
Di babak adu penalti, enam dari tujuh penendang Persebaya sukses menyelesaikan tugasnya dengan baik. Sementara, hanya lima dari tujuh penendang Persib yang berhasil mengeksekusi penalti. Mereka akhirnya mengunci gelar juara Piala Presiden 2026.
Piala Presiden sebenarnya merupakan turnamen yang cukup 'akrab' dengan Persebaya. Bajol Ijo tercatat sudah mengikuti empat dari delapan edisi turnamen dengan prestasi terbaik keluar sebagai juara di edisi 2026.
Persebaya memulai kiprahnya sebagai salah satu peserta saat turnamen pramusim itu memasuki edisi ketiga atau Piala Presiden 2018. Tim berkostum hijau itu absen dari turnamen edisi perdana pada 2015 dan edisi kedua pada 2017.
Tim kebanggaan masyarakat Surabaya, Jawa Timur, itu melewatkan turnamen edisi 2017 karena sedang menata ulang kesiapan tim setelah masa transisi. Pada edisi 2018, Persebaya akhirnya berpartisipasi dengan status sebagai juara Liga 2 2017.
Namun sayang, langkah mereka terhenti setelah kalah di babak perempatfinal dari PSMS Medan dalam adu penalti 3-3 (3-4). Kiprah Persebaya berlanjut di Piala Presiden 2019. Edisi kali ini menjadi turnamen yang nyaris menyudahi puasa gelar 'trofi besar'.
Kenyataannya, nyaris adalah hampir tanpa mencapai tujuan. Persebaya mengakhiri turnamen sebagai runner-up setelah kalah dari rival mereka, Arema FC, dalam final dua leg dengan agregat 2-4. Mimpi mengakhiri dahaga gelar 'trofi besar' kembali tertunda.
Persebaya kemudian berbenah, mereka kembali ikut turnamen Piala Presiden edisi 2022. Tetapi kenyataan lebih pahit dari sebelumnya. Mereka terhenti di fase grup setelah hanya meraih satu poin dari tiga pertandingan.
Asa itu seperti meredup. Namun, filosofi 'wani' tetap menyala walau redup sekalipun. Persebaya absen dari dua turnamen edisi 2024 dan 2025 seiring dengan perubahan format kompetisi. Tim fokus membenahi diri sebelum kembali pada Piala Presiden 2026.
Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, memastikan turnamen ini digelar dengan semangat baru dan jumlah hadiah yang lebih besar dari sebelumnya. Momentum ini tentu menjadi kesempatan besar bagi delapan tim peserta, tak terkecuali Persebaya.
"Kami siap melaksanakan turnamen Piala Presiden kedelapan. Semoga Tuhan memberkati perjuangan kita bersama," ujar Maruarar dalam konferensi pers, Juli silam.
Datang dengan semangat tinggi dan modal positif setelah finis di posisi keempat kompetisi domestik Super League 2025-2026, Persebaya kembali merajut asa. Sebenarnya, bagi Tavares, turnamen ini hanya 'jembatan' untuk menilai konsistensi dan kemampuan pemain sebelum musim 2026-2027.
"Piala Presiden kami manfaatkan sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi. Tentu kami ingin memenangkan setiap pertandingan, tetapi kami juga harus realistis melihat kondisi tim yang masih dalam proses pembentukan,” kata Tavares.
“Banyak pemain belum mencapai kondisi ideal, sehingga kami membutuhkan waktu untuk menyempurnakan semuanya," sambung pria asal Portugal itu.