Kepercayaan publik serta kredibilitas panitia pelaksana menjadi sarana bagi para pemain untuk berkembang di Piala Presiden Elite 2026. Dua pemain muda Indonesia, Nazriel Alfaro dan Zahaby Gholy, menyambut positif bergulirnya Piala Presiden Elite 2026.
Turnamen pramusim edisi kedelapan itu dinilai menjadi ajang penting bagi pemain muda untuk menunjukkan kualitas sebelum kompetisi resmi dimulai. Nazriel yang memperkuat Persib Bandung dan Gholy dari Persija Jakarta sama-sama berharap mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak.
"Turnamen ini bisa menjadi tempat untuk bisa menambah menit bermain," kata Nazriel kepada awak media, termasuk Okezone di Senayan, Jakarta pada Senin 6 Juli 2026.
Sementara itu, Gholy juga memiliki harapan serupa jelang tampil di Piala Presiden Elite 2026. Pemain 17 tahun itu belum mendapatkan kesempatan tampil bersama tim senior Persija Jakarta musim lalu.
Sepanjang musim 2025-2026, Gholy lebih banyak membela Persija U-20 di ajang Elite Pro Academy atau EPA. Ia mencatatkan 22 penampilan dan menyumbangkan delapan gol bersama tim muda Macan Kemayoran -julukan Persija.
"Ini jauh lebih baik juga buat para pemain muda dan bisa dikasih kesempatan bermain di Piala Presiden ini. Dan tentunya ini juga persiapan buat tim juga," ucap Gholy.
Pada akhirnya, Piala Presiden Elite 2026 adalah sumber hiburan rakyat yang transparan untuk melihat sepak bola Indonesia berkembang. Setelah upacara pembukaan yang hangat dan dua pertandingan Grup A yang sengit, turnamen ini akan berlanjut hingga partai final yang digelar pada 6 Agustus 2026.
Fase grup akan dilanjutkan dengan pertandingan Grup B yang mempertemukan PSMS Medan versus Port FC (Thailand), serta Persija Jakarta versus Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur pada Minggu (26/7/2026).
(Ramdani Bur)