BANDUNG — Persib Bandung boleh bernapas lega menjelang bergulirnya musim kompetisi 2026-2027. Sebab sanksi larangan registrasi pemain (registration ban) yang sempat dijatuhkan FIFA kepada klub berjuluk Maung Bandung tersebut kini resmi dicabut.
Berdasarkan pemantauan pada laman resmi FIFA, nama Persib tak lagi tercantum dalam daftar klub yang terkena hukuman sejak Rabu 22 Juli 2026 malam. Hukuman yang membayangi Persib sejak akhir Mei lalu kini telah dipastikan gugur.
Sebelumnya, sanksi ini mencuat akibat sengketa nilai kompensasi pemutusan kontrak mantan pemain asing asal Filipina, Daisuke Sato. Persib menegaskan bahwa persoalan ini murni mengenai terminasi kontrak pasca-berpisah di paruh musim 2023-2024, bukan akibat tunggakan gaji.
Sengketa tersebut sempat memanjang hingga ke tingkat Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) untuk memverifikasi komponen penghasilan Sato di klub barunya. Hasilnya, Persib mendapat pengurangan nilai kewajiban pembayaran dari semula Rp3,03 miliar menjadi sekira Rp2,7 miliar.
Dengan berubahnya status sanksi yang semula berstatus until lifted, Persib kini leluasa mendaftarkan rekrutan barunya. Pemain anyar seperti Mariano Peralta dan rekan-rekannya dipastikan sudah bisa memperkuat tim secara resmi.
Pihak manajemen melalui Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan Persib tetap aktif di bursa transfer karena sanksi tersebut hanya melarang registrasi kompetisi, bukan proses perekrutan.
Kini, kepastian bebas sanksi menjadi berita berharga bagi sang juara bertahan Super League 2025-2026. Persib tidak lagi terhalang masalah administratif untuk mematangkan komposisi skuad terbaiknya.