DUNIA sepak bola Indonesia dikejutkan oleh pengumuman besar dari kubu Persib Bandung pada Senin malam, 25 Mei 2026.
Bojan Hodak, sosok di balik era keemasan Maung Bandung selama tiga musim terakhir, resmi melepas jabatan pelatih kepala untuk beralih menjadi Shareholder Group Technical Advisor.
Namun manajemen bergerak cepat, sosok Igor Tolic, asisten setia Hodak selama dua musim, langsung naik panggung sebagai juru taktik utama.
Bagi Bobotoh, nama Igor Tolic bukan nama asing. Pria kelahiran Gradacac, Kroasia, 25 September 1977 ini sudah cukup lama berada di balik layar kesuksesan Persib. Kini giliran ia memikul tanggung jawab penuh di garis terdepan.
Tolic bukan pelatih kemarin sore. Ia memegang lisensi UEFA Pro yaitu sertifikasi tertinggi dalam dunia kepelatihan sepak bola Eropa. Di luar lapangan, ia bahkan memiliki latar belakang akademis mentereng dengan gelar sarjana dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Zagreb.
Perjalanan kepelatihannya dimulai dari level junior bersama HASK Zagreb, sebelum dipercaya menangani Hajduk Split U-19 dan Osijek II di Kroasia.
Ia kemudian melebarkan sayap ke Afrika dengan melatih Wadi Degla di Mesir, lalu merapat ke Persib Bandung pada 2024 sebagai asisten pelatih.
Yang membuat penunjukan Tolic terasa natural adalah fakta bahwa ia sudah pernah merasakan panasnya kursi pelatih kepala Persib, bukan sekali, tapi beberapa kali.
Setiap kali Bojan Hodak berhalangan hadir karena larangan mendampingi tim atau urusan pribadi, Tolic-lah yang turun ke area teknis.
Catatan hasilnya pun beragam, membuktikan Tolic memang sudah teruji. Ia pernah membawa Persib menang tipis atas PSM Makassar pada Januari 2025 lewat gol tunggal Ciro Alves.
Di sisi lain, ia juga pernah merasakan kekalahan pahit 0-2 di kandang Malut United pada Desember 2025. Namun puncak terbaik terjadi pada Februari 2026, saat Persib menggilas Madura United 5-0, kemenangan terbesar Pangeran Biru pada musim 2025/2026.
Momen terakhir Tolic memimpin sebagai pelatih sementara adalah laga krusial di Parepare menghadapi PSM pada pekan ke-33 Super League 2025/2026, saat Hodak pulang ke Kroasia untuk menghadiri pemakaman sang ibunda
Secara taktis, Tolic dikenal sebagai penganut setia formasi 4-2-3-1. Skema ini menempatkan dua gelandang bertahan sebagai pelindung lini belakang, sementara tiga gelandang serang bergerak kreatif di belakang seorang striker tunggal.
Filosofinya sederhana namun efektif: keseimbangan. Ia sangat mengutamakan kerapian lini tengah tanpa mengorbankan kreativitas di sektor serangan.
Pendekatan ini sejalan dengan gaya bermain Eropa Timur yang selama ini menjadi DNA Persib era Hodak, ya kekuatan fisik, organisasi pertahanan rapat, dan efisiensi dalam transisi.
Menarik menanti musim baru yang akan dijalani Persib Bandung dengan pelatih yang baru, Igor Tolic
(Dian AF)