“Ini sama istri dan anak, alhamdulillah tiap taun selalu ikut konvoi dari tahun 2024, 2025, 2026 sekarang,” ungkapnya.
Baginya, keberhasilan Persib meraih juara tiga kali berturut-turut menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Bandung dan Jawa Barat. Ia pun menyebut capaian tersebut sebagai sejarah yang layak dirayakan bersama seluruh bobotoh.
“Pokoknya Persib juara hatrick,” ucapnya dengan penuh semangat.
Irfan dan keluarganya memilih menunggu di kawasan Jalan Lembong tepatnya dekat Patung Ajat karena dinilai menjadi salah satu titik strategis untuk melihat iring-iringan pemain Persib secara langsung.
“Sengaja nunggu di Jalan Lembong deket Patung Ajat,” katanya.
Selain Irfan, antusiasme serupa juga datang dari Raihan dan Syifa, warga Batununggal, Kota Bandung. Keduanya mengaku sengaja datang ke pusat kota sejak pagi demi ikut merasakan atmosfer kemenangan Persib bersama ribuan bobotoh lainnya.
Mereka menilai keberhasilan Persib mempertahankan tren juara membuat kebanggaan masyarakat Bandung semakin besar.
"Pawai kemenangan bukan hanya sekadar selebrasi sepak bola, tetapi juga menjadi momen persatuan warga yang larut dalam kebahagiaan bersama," katanya.
Sepanjang jalur pawai, suasana dipenuhi lautan biru. Bobotoh membawa bendera, syal, hingga atribut Persib sambil menyanyikan chant dukungan. Sesekali terdengar klakson kendaraan dan sorakan warga yang menyambut rombongan pemain.
Euforia kemenangan Persib tahun ini pun kembali menegaskan besarnya loyalitas bobotoh terhadap klub kebanggaan Jawa Barat tersebut.
Dari anak-anak hingga orang tua, seluruh lapisan masyarakat tampak menikmati momen bersejarah juara hattrick Persib Bandung.
(Rivan Nasri Rachman)