Senada dengan Doni, Chief Executive Officer Deltras FC Sidoarjo, Amir Burhanuddin, menilai akar utama persoalan tetap berada pada perilaku suporter yang harus berubah. Ia pun membuat pengakuan blak-blakan.
“Perilaku supporter yang harus berubah, jangan semaunya sendiri. Sepak ola itu harus siap menang dan kalah. Jujur saja, makin ke sini perilaku suporter makin meresahkan publik dan pengelola klub,” ujar Amir.
Menurut Amir, keputusan Komdis PSSI sebenarnya sudah sesuai aturan yang berlaku. Namun ia mengakui klub tetap menjadi pihak yang paling dirugikan akibat ulah oknum suporter.
“Putusan Komdis PSSI sebenarnya sudah sesuai ketentuan, meski tetap klub yang sejatinya dirugikan,” katanya.
Amir juga menilai edukasi dan sosialisasi kepada suporter sebenarnya sudah sering dilakukan. Namun perubahan perilaku belum sepenuhnya terjadi. Ia pun menegaskan aparat keamanan kini tidak lagi mentoleransi tindakan melanggar hukum di stadion.
“Mau formula apa pun kalau perilaku suporter kita tidak berubah ya susah. Edukasi dan sosialisasi menurut kami sudah tidak kurang-kurang,” tegasnya.
"Mereka harus disamakan dengan masyarakat umum. Kalau melanggar ya ditindak,” tandas Amir.
(Wikanto Arungbudoyo)