BINTANG Persija Jakarta, Allano Lima, menjadi raja kartu kuning di Super League 2025-2026. Manajemen Macan Kemayoran -julukan Persija Jakarta- lewat Bambang Pamungkas pun bereaksi.
Persija Jakarta memastikan sudah memberi teguran kepada sang pemain. Kini, manajemen pun mencari solusi untuk meredam catatan negatif pemain asal Brasil tersebut.
Allano merupakan salah satu pemain penting yang dimiliki Persija Jakarta. Namun di satu sisi, pemain berusia 30 tahun itu memiliki kebiasaan buruk. Emosinya kerap meledak, sehingga merugikan tim Macan Kemayoran.
Bayangkan saja, Allano total sudah mengoleksi 12 kartu kuning, menjadikannya sebagai raja kartu kuning di Super League musim ini. Statistik yang cukup disayangkan, mengingat performanya bersama Persija Jakarta sangat ciamik dengan kontribusi enam gol dan tujuh assist.
Allano pun tercatat sudah melewatkan tiga pertandingan bersama Persija Jakarta. Bahkan, bakal jadi empat kali karena dia dipastikan absen saat menghadapi Dewa United FC pada 15 Maret nanti akibat akumulasi kartu kuning.
Bambang Pamungkas selaku Direktur Olahraga Persija Jakarta, tak menampik bahwa Allano merupakan pemain penting Macan Kemayoran. Dia juga mengakui kalau pemain asal Brasil itu memang memiliki kepribadian yang unik.
"Jadi saya punya pengalaman bahwa setiap bintang itu memiliki kontroversinya masing-masing. Ada yang 'indisipliner', ada yang terlalu 'diam', ada yang dan sebagainya, banyak. Nah Allano ini adalah salah satu orang yang cukup ekspresif," kata Bambang Pamungkas, dikutip Kamis (12/3/2026).
Bepe -sapaan akrab Bambang Pamungkas- mengungkapkan bahwa Persija Jakarta sebenarnya sudah beberapa kali berbicara dengan Allano terkait banyak kartu kuning yang sudah dikoleksinya. Satu yang pasti, manajemen Persija Jakarta akan mencari solusi terbaik mengenai situasi tersebut.
Apalagi, Macan Kemayoran sedang bersaing di perebutan gelar juara. Kini, Super League 2025-2026 pun hanya menyisakan 10 pertandingan.
"Tapi kadang-kadang kalau seorang pemain yang kemudian terlalu memikirkan itu, harus ditahan, tidak khawatir, mereka malah tidak bisa mengeluarkan penampilan terbaik di lapangan. Kadang-kadang itu juga perlu dipahami juga. Nah ini yang perlu kita cari solusinya," terang dia.
"Sampai saat ini kita masih coba untuk diskusi dengan Allano. Jangan sampai kemudian karena dia terlalu fokus pada omongan saya, kemudian jadi mainnya enggak lepas. Itu kan juga enggak bagus juga buat tim. Nah, itu yang masih perlu kita cari formula yang terbaik. Apakah kemudian kalau dia udah mulai emosi saya harus lari ke lapangan narik dia dari belakang atau bagaimana, apakah itu salah satunya gitu," pungkas Bepe.
(Djanti Virantika)