Buntut Kericuhan Derby Jateng, PSSI Ancam Perpanjang Larangan Suporter Tandang Musim Depan

Cikal Bintang, Jurnalis
Sabtu 07 Maret 2026 14:36 WIB
Suasana laga Persijap Jepara vs Persis Solo di Super League 2025-2026. (Foto: Instagram/persijap_jepara)
Share :

JAKARTA – Federasi Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memberikan sinyal kuat akan kembali memberlakukan larangan suporter tandang (away) untuk kompetisi musim depan. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menegaskan kebijakan ini menjadi opsi yang sangat mungkin diambil menyusul rentetan insiden kekerasan antarsuporter yang masih terjadi sepanjang musim ini.

Insiden yang terbaru adalah kerusuhan yang terjadi pascalaga bertajuk 'Derby Jawa Tengah' antara Persijap Jepara versus Persis Solo, Kamis 5 Maret 2026 lalu. Meski pertandingan selesai tanpa pemenang dengan skor 0-0, suporter dari kedua klub terlibat keributan.

Kericuhan bermula dari saling ejek antarsuporter di tribun Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Jawa Tengah. Selepas laga, kedua kubu suporter terlibat keributan. Dikabarkan, belasan mobil rusak dan tiga orang terluka akibat insiden ini.

1. Ancaman Ketegasan Federasi

Arya menilai kericuhan ini tidak mencerminkan kedewasaan suporter sepak bola Indonesia usai tragedi Kanjuruhan. Pria berkacamata itu pun mengatakan ada kemungkinan larangan suporter tandang berlaku lagi musim depan.

Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga. (Foto: Andika Rachmansyah/Okezone)

"Untuk musim depan? Kalau terus seperti ini terus, jangan salahkan federasi ketika itu diterapkan," tegas Arya kepada awak media, termasuk Okezone di Jakarta, Sabtu (7/3/2026).

"Karena kita tidak bisa disiplin dan tidak bisa menunjukkan bahwa kita mampu untuk itu, malu. Kita setiap pertandingan kursi dilempar-lempar, dibongkar, apa itu," tambahnya.

 

2. Evaluasi Ketat di Fase Kritis Kompetisi

Arya menambahkan, mendekati akhir musim adalah waktu yang rawan terjadi insiden kericuhan antarsuporter. Sebab diketahui, banyak tim sedang memperjuangkan gelar juara ataupun berusaha keluar dari zona degradasi.

Kondisi psikologi para suporter tentu akan terpengaruh dengan hal ini. Dengan demikian, Arya meminta iLeague selaku operator kompetisi memperhatikan hal ini dengan seksama.

Persijap Jepara

"Sekarang kita sedang diskusi. Kenapa diskusi? Di PSSI kita sedang diskusi. Karena sekarang lagi menuju kondisi-kondisi yang rawan, kan ini menuju akhir (musim). Jadi, ini kondisi rawan," tutur Arya.

"Ini yang sedang kami diskusikan dengan ketat, mulai dari pak Rudi dari keamanan juga sangat ketat melakukan diskusi membicarakan lebih detail mengenai kondisi ini. Karena menuju akhir-akhir liga (Super League) sedikit rawan, baik dari Liga 1 (Super League) maupun Liga 2 (Championship) karena masalah promosi," pungkasnya.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya