JAKARTA – Federasi Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memberikan sinyal kuat akan kembali memberlakukan larangan suporter tandang (away) untuk kompetisi musim depan. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menegaskan kebijakan ini menjadi opsi yang sangat mungkin diambil menyusul rentetan insiden kekerasan antarsuporter yang masih terjadi sepanjang musim ini.
Insiden yang terbaru adalah kerusuhan yang terjadi pascalaga bertajuk 'Derby Jawa Tengah' antara Persijap Jepara versus Persis Solo, Kamis 5 Maret 2026 lalu. Meski pertandingan selesai tanpa pemenang dengan skor 0-0, suporter dari kedua klub terlibat keributan.
Kericuhan bermula dari saling ejek antarsuporter di tribun Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Jawa Tengah. Selepas laga, kedua kubu suporter terlibat keributan. Dikabarkan, belasan mobil rusak dan tiga orang terluka akibat insiden ini.
Arya menilai kericuhan ini tidak mencerminkan kedewasaan suporter sepak bola Indonesia usai tragedi Kanjuruhan. Pria berkacamata itu pun mengatakan ada kemungkinan larangan suporter tandang berlaku lagi musim depan.
"Untuk musim depan? Kalau terus seperti ini terus, jangan salahkan federasi ketika itu diterapkan," tegas Arya kepada awak media, termasuk Okezone di Jakarta, Sabtu (7/3/2026).
"Karena kita tidak bisa disiplin dan tidak bisa menunjukkan bahwa kita mampu untuk itu, malu. Kita setiap pertandingan kursi dilempar-lempar, dibongkar, apa itu," tambahnya.