PELATIH Persija Jakarta, Mauricio Souza, mengaku kecewa setelah timnya kalah 1-2 dari Persib Bandung pada pekan ke-32 Super League 2025-2026. Menurut Mauricio Souza, Persija Jakarta tampil dominan secara statistik tetapi gagal mengamankan kemenangan.
Persija Jakarta harus menyerah 1-2 dari Persib dalam duel klasik yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur pada Minggu sore WIB. Hasil tersebut membuat Macan Kemayoran -julukan Persija Jakarta- dipastikan gagal finis dua besar di klasemen akhir Super League 2025-2026.
Persija Jakarta sebenarnya unggul lebih dulu melalui gol Alaeddine Ajaraie pada menit ke-19. Namun, Persib Bandung berhasil membalikkan keadaan lewat dua gol Adam Alis pada menit ke-28 dan 37.
Usai pertandingan, Mauricio Souza lebih menyoroti performa timnya dibanding hasil akhir laga. Pelatih asal Brasil itu menilai Persija Jakarta tampil jauh lebih dominan dibanding Persib Bandung sepanjang pertandingan.
Berdasarkan statistik pertandingan, Persija Jakarta menguasai 66 persen penguasaan bola. Selain itu, Persija Jakarta juga mencatatkan total 19 tembakan sepanjang laga.
Sementara Persib hanya memiliki 34 persen penguasaan bola dan melepaskan tujuh tembakan. Meski unggul dalam statistik, Persija Jakarta tetap gagal mengubah dominasi permainan menjadi kemenangan.
“Tim kami berusaha meraih kemenangan sejak menit pertama. Saya selalu berpatokan pada statistik pertandingan untuk menganalisis apa yang terjadi di lapangan. Tentu memiliki statistik yang lebih baik tidak berarti apa-apa, karena kami tetap harus memenangkan pertandingan,” kata Mauricio Souza dalam konferensi pers usai laga.
“Namun, hal yang bisa kami kendalikan adalah membuat tim bermain seperti yang mereka tampilkan hari ini, bagaimana mereka menunjukkan sikap di lapangan. Kami adalah tim yang berani, yang terus bermain dengan bola sepanjang pertandingan, yang melepaskan 19 tembakan ke gawang Bandung, sementara mereka hanya punya tujuh tembakan ke gawang kami,” sambung mantan pelatih Madura United.