BANDUNG – Kinerja pengadil lapangan di kasta tertinggi sepak bola nasional kembali menjadi sorotan tajam setelah laga panas antara Persib Bandung vs Persita Tangerang, pada Minggu 22 Februari 2026 malam WIB. Kemenangan tipis Maung Bandung harus diwarnai polemik besar setelah gol penyama kedudukan dari Pendekar Cisadane dibatalkan wasit karena alasan yang dianggap janggal.
Momen krusial itu hadir pada menit ke-81 saat laga memasuki fase penentuan. Berawal dari skema sepak pojok, Pendekar Cisadane sempat menyamakan skor menjadi 1-1 melalui sontekan Matheus Alves yang memaksimalkan umpan Pablo Ganet.
Euforia Persita tak berlangsung lama karena wasit membatalkan gol tersebut. Keputusan itu dipicu oleh miskomunikasi di lapangan yang langsung mengundang reaksi keras para pemain tim tamu.
Wasit Candra diketahui telah lebih dulu meniup peluit sebelum Ganet mengeksekusi sepak pojok. Para pemain Persita yang merasa hanya mengikuti aba-aba resmi pun sontak melayangkan protes keras kepada sang pengadil.
Situasi sempat memanas ketika sejumlah pemain mengerubungi pengadil lapangan. Setelah berdiskusi dengan asisten wasit, keputusan akhirnya diambil untuk mengulang sepak pojok tersebut, yang sekaligus melenyapkan gol Alves.
Kekecewaan juga terekam di media sosial resmi klub. "Janggal jujur," tulis akun Instagram Persita di kolom komentar sebuah video tayangan ulang di media sosial. Terlepas dari itu, laga berakhir untuk kemenangan Persib 1-0.
Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, memilih sikap berbeda saat dimintai tanggapan terkait insiden tersebut. Dia merespons dengan nada satir dan menegaskan tidak ingin memperpanjang polemik yang sering menimpa timnya.
"Saya tidak mau berkomentar soal wasit. Ini bukan pertama kalinya kami punya masalah dengan mereka, tapi saya tidak mau berkomentar," kata Pena selepas laga, dikutip pada Senin (23/2/2026).
Terlepas dari polemik pengadilan, Pena tetap mengapresiasi determinasi anak asuhnya sepanjang pertandingan. Pelatih asal Spanyol itu menilai semangat juang tim menjadi modal penting untuk menatap laga berikutnya.
Persita dijadwalkan menjamu Dewa United pada Kamis 26 Februari 2026 mendatang. Pena pun memastikan timnya ingin segera bangkit dan kembali memburu kemenangan di hadapan publik sendiri.
"Motivasi kami selalu sangat tinggi. Setelah kalah, kami tentu ingin menang. Kami bermain di kandang di depan suporter kami. Kami akan menghadapi Dewa dan ingin kembali meraih tiga poin," tutup Pena.
(Rivan Nasri Rachman)