SURABAYA – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, memberikan respons tegas setelah catatan gemilang 13 pertandingan tak terkalahkan timnya resmi terhenti di tangan Bhayangkara FC pada pekan ke-21 Super League 2025-2026. Tavares meminta pasukannya untuk segera menghapus memori pahit tersebut dan mengalihkan fokus ke depan.
Persebaya Surabaya kalah 1-2 saat menjamu Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu 14 Februari 2026 malam WIB. Ini menjadi hasil yang menyakitkan bagi skuad berjuluk Bajul Ijo itu, karena mereka kalah di hadapan publiknya sendiri sekaligus memutus catatan impresif 13 pertandingan tanpa kekalahan.
Usai laga, Tavares mengakui bahwa sejatinya Persebaya Surabaya tidak tampil buruk. Hanya saja, Bhayangkara FC bermain lebih efektif dalam memanfaatkan peluang ketimbang anak asuhnya.
“Selamat kepada Bhayangkara atas hasil ini. Mereka tidak memiliki banyak peluang, tetapi mampu memaksimalkan momen yang ada. Kami sedikit lengah pada situasi krusial dan itu menjadi pembeda,” ujar Tavares, dikutip dari laman resmi Persebaya Surabaya, Minggu (15/2/2026).
Meski hasil tak berpihak, pelatih asal Portugal itu tetap melihat sisi positif dari performa anak asuhnya, terutama semangat juang yang ditunjukkan setelah turun minum. Tavares menegaskan kekalahan bukan alasan untuk larut dalam kekecewaan.
“Para pemain sudah berjuang maksimal dan menunjukkan karakter. Dalam sepakbola, situasi seperti ini harus diterima dengan lapang dada," jelasnya.