Terlebih, pergerakan pemain sayap dinilainya terlalu lambat. Hal itu dinilai kurangnya support dalam membangun sebuah serangan. Maka dari itu, umpan panjang dan tembakan dari luar kotak penalti jadi pilihan.
"Kami kurang berimprovisasi di depan mereka tidak mau memainkan satu dua sentuhan. Pada saat Anco (Jansen) dapat bola selalu gelandang atau sayap kita terlalu terlambat support dan itu yang terjadi," kata Syamsuddin, dilansir dari laman resmi Liga 1, Kamis (9/12/2021).
Kemudian, kurangnya improvisasi juru gedor Juku Eja juka menjadi hambatan. Mereka dinilai ragu saat menyerang dan kurang berani menusuk kedalam jantung pertahanan yang dijaga Maman Abdurrahman dan kawan-kawan.
"Sehingga peluang-peluang untuk menciptakan gol tidak ada ataupun shooting-shooting dari jarak dekat. Makanya mereka shooting jarak jauh karena tidak berani masuk," tuturnya.
Maka dari itu, Syamsuddin ingin fokus melakukan evaluasi. Mengingat, masih memiliki waktu yang cukup panjang untuk menatap laga berikutnya, yakni Persiraja Banda Aceh.
(Djanti Virantika)