SOLO – Arema FC gagal mendapatkan kemenangan saat melawan Persebaya Surabaya pada pekan ke-11 Liga 1 2021-2022 di Stadion Manahan, Solo. Tim berjuluk Singo Edan itu puas dengan hasil akhir 2-2, Sabtu (6/11/2021).
Dua gol Arema FC diciptakan Carlos Fortes melalui titik penalti pada menit 11 dan Muhammad Rafli pada menit ke-21. Sedangkan dua gol Persebaya dicetak oleh Samsul Arif menit 38 dan tendangan jarak jauh pemain muda Marselino Ferdinan menit 70.
Pelatih Arema FC Eduardo Almeida mengakui, timnya sempat bermain bagus dan menguasai jalannya laga di babak pertama. Apalagi dua gol cepat dari Carlos Fortes dan Muhammad Rafli, membuat Arema FC kian nyaman menguasai pertandingan.
“Pada babak pertama kami lebih unggul, kami tahu ini bukan laga yang mudah, tetapi babak pertama kami bisa unggul, dan mengakhiri babak pertama dengan keunggulan 2 – 1,” ucap Eduardo seusai laga.
Pelatih berkebangsaan Portugal ini menyebut, kartu merah yang diterima oleh Dendi Santoso menit 53 mengubah segalanya. Taktik menyerang dan menguasai pertandingan yang dilakukan Johan Alfarizi cs pun tersendat.
“Semua berubah saat pemain kami mendapatkan kartu merah, semua rencana berubah, dan kami harus berupaya untuk tetap menjaga agar bisa mendapatkan poin, dan memanfaatkan serangan balik,” ungkap pelatih berusia 43 tahun ini.
Ia menambahkan, seusai kartu merah ini strategi pressing ketat harus diubah. Hal ini membuat ia memilih mencoba sedikit bertahan, dan memanfaatkan situasi serangan balik.
“Kartu merah memberi efek ke semuanya. Kami tidak bisa bermain dengan pressing atau satu lawan satu, seperti saat masih komplit. Pastinya kami harus mengubah strategi setelah kehilangan satu pemain, untuk tetap bisa menjaga agar lawan tak mencetak gol,” terang Eduardo.
“Pada akhir babak kedua kami mendapat peluang untuk memenangkan pertandingan, tetapi tidak berhasil. Tetapi memang semua berubah setelah kartu merah,” tegasnya kembali.