“FFP diperkenalkan untuk menghindari klub yang bangkrut, tetapi ada berbagai cara untuk mengantisipasi hal itu. Jika pemilik ingin membeli sebuah klub, mereka harus memiliki banyak uang untuk mencapai kesepakan itu. Hal itu sejatinya dapat dipenuhi pemilik Man City,” lanjut Neville.
Dalam pandangan Neville, semenjak ada aturan FFP, jarang ada klub yang tiba-tiba menyeruak ke persaingan papan atas karena berhasil mendatangkan sejumlah pemain top. Padahal, sebelum ada aturan FFP, banyak klub tiba-tiba menggeliat karena berbicara banyak di pasar transfer. Beberapa klub yang melakukannya adalah Chelsea, Manchester City dan Paris Saint-Germain.
“Jika terus aturan FFP, kami tidak akan pernah lagi melihat klub-klub seperti Man City muncul menyaingi Man United, Liverpool dan Arsenal yang memiliki sejarah,” tutup eks pemain andalan Tim Nasional Inggris tersebut.
(Fetra Hariandja)