“Tidak, bukan berarti Suharto AD jadi pelatih,” tambah King.
King lebih lanjut menerangkan, selama ini memang kerap ada perbedaan pendapat antara manajemen dengan Djanur sebagai pelatih kepala. Bahkan perbedaan pendapat itu sudah terjadi sejak gelaran Piala Presiden 2018.
“Pembentukan tim kami berikan kuasa penuh ke pelatih, itu wewenang pelatih. Nah, waktu di Piala Presiden, maksud manajemen, pemain jangan dikontrak dulu. Nanti setelah Piala Presiden dilihat mana yang bagus baru dikontrak. Akan tetapi, saat itu Djanur bilang harus dikontrak semua. Nah, ternyata pemain asing tidak sesuai harapan, dia suruh tunggu, alasannya karena masih baru. Ternyata ke sininya sudah kita lihat seperti apa. Jadi ya begini keputusannya,” bebernya.
(Ramdani Bur)