"Masalah aturan dari Menpora seperti itu, kita pikirkan lagi. Ini kan bukan Persib saja yang pelatihnya mengundurkan diri. Ada tim lain yang kondisinya sama kayak Pak Djadjang (tidak memiliki lisensi A AFC)," ujar Zainuri, Selasa (9/8/2016).
Berkaca dari pengalaman saat Persib bermain di AFC Cup, lisensi Djanur sebagai pelatih juga tidak sesuai regulasi. Di AFC Cup, pelatih klub peserta harus mengantongi minimal lisensi A AFC. Rekam jejak Djanur yang berhasil membawa Persib juara ISL 2014 tidak berarti apa-apa tanpa adanya lisensi A AFC.
Cara aneh ditempuh Persib saat itu dengan mendatangkan Emral Abus yang memiliki lisensi A AFC. Saat itu, Emral diplot dengan status sebagai pelatih Persib di ajang AFC Cup. Tapi ia hanya bertugas saat Persib bermain di AFC Cup. Dibalik itu, Djanur tetap jadi aktor utama dibelakang layar Persib.
Hal serupa kemungkinan akan dilakukan Persib jika regulasi di ISC A harus benar-benar diterapkan. Persib kemungkinan akan kembali mendatangkan pelatih berlisensi A AFC dengan status formalitas.
"Iya, ada kemungkinan seperti di AFC Cup juga bisa. Tapi tidak harus dia (Emral Abus). Yang lain juga bisa. Kita nanti bicarakan dulu," ucap Zainuri.
(Leonardus Selwyn)