GRESIK - Persegres Gresik United membuka putaran dua Indonesia Super League (ISL) dengan kemenangan. Sebuah gol Aldo Baretto mengunci kemenangan 1-0 kala menjamu Persiwa Wamena di Stadion Petrokimia, Gresik, Selasa (14/5). Kendati menang, performa Persegres jauh dari menjanjikan.
Persegres langsung menurunkan pemain-pemain barunya di laga ini. Tercatat tiga pemain anyar menempati posisi pertahanan yakni Erol Iba, Diogo Santos, serta Ambrizal. Sedangkan di lapangan tengah bercokol mantan pemain Persema Malang Ngon Mamoun.
Kendati mengalami perubahan mencolok, permainan Laskar Joko Samudro tidak serta merta mengalami peningkatan pesat. Secara organisasi tim, Persegres masih buruk. Terutama di lini tengah dan depan terlihat terlalu banyak salah umpan dan pengertian antara pemain.
Anehnya, justru pemain lama Persegres yang kurang fokus di pertandingan itu. Sedangkan penampilan pemain anyar masih bisa diterima. Misalnya Erol, Diogo dan Ambrizal sudah bisa melakukan tugasnya dengan baik di barisan pertahanan. Mengingat sore itu laga debut di Stadion Petrokimia, penampilan mereka sudah di level standar.
Gol Aldo Baretto di menit 85 sebenarnya bukan dari permainan terbuka yang terencana, namun disebabkan lengahnya barisan pertahanan Persiwa mengawal pemain yang mencetak gol ketujuhnya musim ini. Sebuah tendangan diagonal dari tendangan bebas yang dilakukan Siswanto disambut tandukan Aldo yang gagal diantisipasi kiper Dwi Kuswanto.
Melihat penampilan Persiwa, harusnya Persegres bisa memenangi laga lebih dari satu gol. Tapi bagaimana pun hasil ini sudah cukup istimewa mengingat tim kebanggaan masyarakat Kota Pudak mencicipi kemenangan perdana setelah tak pernah menang di 11 pertandingan putaran pertama lalu.
Laga ini sekaligus menjadi penegasan bahwa Persiwa adalah tim yang bermasalah dalam hal disiplin. Kiper Dwi Kuswanto sangat pantas diberi kartu merah karena mengintimidasi hakim garis dan wasit secara fisik. Perbuatan yang memalukan mengingat salah satu pemain mereka Persiwa Pieter Rumaropen telah diberi sanksi larangan bertanding seumur hidup.
"Saya senang kami bisa memenangkan pertandingan. Secara umum penampilan pemain kurang optimal karena kerjasama antar lini maupun antar pemain sangat perlu diperbaiki. Walau begitu saya mengapresiasi upaya pemain dalam meraih tiga angka," ucap Pelatih Persegres Widodo C Putro seusai laga.
Widodo yakin pemain anyar yang menjalani debut sore itu bisa terus membaik setelah melakukan adaptasi dengan karakter permainan tim. Dia menyebut empat pemain baru yang diturunkannya sore itu bakal mengubah wajah Persegres karena memiliki banyak pengalaman di kompetisi level tertinggi Indonesia.
Soal sulitnya mencetak gol, Widodo menyebut strategi bertahan yang diterapkan Persiwa menjadi penyebabnya. Pemain belakang tim tamu nyaris tidak memberi ruang kepada pemain Persegres untuk melakukan kreatifitas. "Pertahanan mereka bagus. Beruntung kami mencetak satu gol saat lawan lengah," tandas Widodo.
Sementara, Pelatih Persiwa Subangkit menyesali timnya kebobolan di menit akhir hanya karena lalai menempel Aldo Baretto. "Harusnya kami mendapat satu poin kalau pemain belakang tidak lengah," ucapnya. Subangkit menampik mengomentari gol Persegres yang dianggap kontroversial oleh pemainnya.
Follow Twitter @bola_okezone
(Fitra Iskandar)