GRESIK—Buruknya pernampilan gelandang Gustavo Chena di putaran pertama Indonesia Super League (ISL) membuat Persegres Gresik United harus melupakannya Kini Persegres tengah mencari pemain berspesialisasi playmaker untuk menggantikan peran Gustavo Chena.
Pemain asal Argentina itu memang tampil buruk sepanjang putaran pertama ISL. Pelatih Persegres Widodo C Putro sudah memberikan sinyal bahwa dirinya tidak tertarik memakai jasa Chena di putaran kedua nanti. “Chena tidak masuk dalam rencana saya di putaran kedua,” ucap Widodo, Minggu (5/5).
Widodo tidak menjelaskan secara gamblang tentang latar belakang dirinya tidak tertarik memakai Chena lagi. Namun diperkirakan alasannya adalah penampilan yang labil dan kondisi fisik yang menurun karena pemain asal Argentina itu disebut-sebut sedang terkena hernia.
“Saya sudah memberikan evaluasi kepada manajemen, terserah bagaimana manajemen memutuskannya,” tambah mantan asisten pelatih tim nasional ini. Widodo sudah tidak memercayai Chena dalam empat pertandingan terakhir lawan Persela Lamongan, Persepam Madura United, Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena.
Chena memang sempat terlihat di pertandingan lawan Persela dan Persepam, namun turun sebagai cadangan. Pemain berusia 30 tahun tersebut memang penuh liku-liku di putaran pertama ISL bersama Persegres. Dia pernah memakai ban kapten, namun dicopot karena dianggap kurang kompeten. Dia juga pernah memberikan contoh buruk karena beradu fisik dengan Shohei Matsunaga di sesi latihan.
Secara umum permainannya juga tidak memberikan banyak pengaruh di lapangan tengah Laskar Joko Samudro. Seukuran gelandang asing, dia tidak lebih baik dibanding pemain lokal macam Agus Indra Kurniawan atau Ahmad Sembiring. Inilah yang membuat Persegres harus mencari playmaker anyar.
Sebelumnya Persegres sudah kedatangan gelandang asal Kamerun yang pernah memperkuat Persema Malang, yakni Ngon Mamoun. Sayangnya hingga sekarang belum ada keputusan yang dibuat manajemen Persegres soal pemain anyar. Widodo sendiri masih bungkam soal rencana mendatangkan playmaker baru.
“Sampai sekarang belum ada. Kalau nanti sudah ada pemain baru, saya rekomendasikan ke manajemen untuk negosiasi. Tapi sampai sekarang memang belum ada,” tandasnya. Selain Gustavo Chena, pemain yang harus meninggalkan Gresik adalah striker Agus Indra Kurniawan, Gerry Setya, Ade Suhendra dan kiper Agung Prasetyo.
Gerry Setya adalah striker muda yang didatangkan Suharno dari Persela Lamongan, tapi tak memberikan kontribusi apa-apa untuk tim. Bahkan dia tidak pernah merasakan bermain di Stadion Petrokimia karena kalah bersaing dengan striker seperti Aldo Baretto dan Rizky Novriansyah.
Sedangkan Agung Prasetyo tamat karirnya setelah melakukan blunder fatal ketika Persegres dibantai Mitra Kukar 1-3 di Gresik. Saat masih di bawah arahan Suharno, Agung sempat menjadi pilihan utama di bawah mistar Persegres. Namun setelah blunder tersebut, dia terhapus dari tim utama dan tergeser Hery Prasetya.
Agus Indra juga menjadi salah satu pemain yang jarang mendapat porsi di tim utama. Walau sempat digadang-gadang bisa mengembalikan kejayaan sepakbola Gresik, nyatanya dia gagal di paruh musim. Sementara Ade Suhendra adalah bek yang belum pernah mendapat kepercayaan sekali pun di tim utama.
Jika melihat pengurangan skuat yang dilakukan Persegres, maka Widodo tak hanya butuh playmaker. Tapi juga posisi kiper, striker, sekaligus gelandang. Tim kebanggaan Kota Pudak sempat dikabarkan tertarik mendatangkan gelandang Arema Joko Sasongko walau belum jelas kepastiannya.
(Auzan Julikar Sutedjo)