Share

Tandang Rasa Kandang

Arpan Rachman, Okezone · Jum'at 02 Mei 2014 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2014 05 02 49 979140 tUXB4Incrb.jpg Skuad PSM berlatih. (Foto: Andi Aisyah/Okezone)

KENDATI secara resmi PSM Makassar menjadi tuan rumah, namun atmosfer pertandingan lebih berpihak kepada tim tamu, Persebaya Surabaya. Betapa tidak, laga ini dipanggungkan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat 2 April 2014.

 

PSM sudah bertanding sembilan kali. Situasi risau masih menyelimuti tim berjuluk Pasukan Ramang. Baru tiga partai awal saja, kesebelasan Ayam Jantan dari Timur memecahkan rekor sebagai klub pertama di Indonesia Super League (ISL) 2014 yang memecat pelatihnya. Pelatih Jorg Peter Steinebrunner keluar, masuklah Rudy Keltjes.

 

Di luar lapangan, kalangan suporter terus menuntut agar PSM kembali pulang ke stadion milik publik di Makassar. Kerasnya tuntutan mereka membuat manajemen klub bernegosiasi ulang dengan pengurus Stadion Mattoanging. Belum habis persoalan itu, Andi Darussalam Tabusalla memilih mundur sebagai Direktur Olahraga PSM.

 

Terlepas dari faktor nonteknis, secara unit tim mulai berkembang solid. Motivasi yang disuntikkan Coach Keltjes berpengaruh positif. Sebagai hasilnya – di tur ke Papua meladeni Perseru Serui dan Persipura Jayapura, medio April lalu – PSM membawa pulang empat angka.

 

Secara teknis, PSM mengandalkan dua gelandang yang penuh nostalgia. Ponaryo Astaman-Syamsul Chaeruddin pertama kali main bersama pada musim 2004. Sepuluh tahun kemudian, mereka berduet lagi. Ada memori tim nasional Indonesia di Piala Asia 2004 saat keduanya bahu-membahu di sana.

 

Sokongan Rasyid Bakrie dan Robertino Pugliarra diharapkan memperlancar tugas Syamsul dan Ponaryo mengontrol daerah sentral lapangan. Rasyid-Robertino lebih berperan menyalurkan gelombang serangan untuk dieksekusi Muhammad Rahmat atau Abanda Rahman.

 

Semula, pola permainan 4-3-3 merupakan kegemaran Keltjes. Tapi absennya Mario Costas dan Michael Baird tidak memberinya banyak pilihan selain mengubah skema jadi 4-4-2.

 

Di lini belakang, PSM masih lemah. Pelatihnya terkesan sering bimbang menentukan mana penjaga gawang utama di tiap pertandingan dan memilih siapa stopper lokal yang akan mengawal jantung pertahanan. Kini, kiper Markus Haris Maulana sedang terkena hukuman akumulasi kartu kuning. Boman Aime belum punya kawan seiring yang bisa saling menutupi celah permainan dalam areal kotak penalti PSM sendiri.

 

Sebenarnya ada tiga pilihan di posisi stopper PSM: Jayusman Triasdi, Ketut Mahendra, dan Agung Prasetyo. Nama pertama peluangnya lebih besar sebab pasti dinilai banyak pengalaman. Nama kedua mungkin telah dianggap peninggalan usang sisa skuad musim lalu dan cuma menunggu dibuang saja. Pemain terakhir barangkali masih muda, belum stabil, dan suka blunder.

 

Di pihak lawan, Bajul Ijo lebih siap. Hanya bek kanan Alfin Tuasalamony yang dipastikan absen. Sementara kalau dilihat dari performa fisik, barisan belakang Persebaya salah satu yang terbaik di orbit ISL 2014. Barisan Ricardo Salampessy, Manahati Lestusen, OK John, dan Hasyim Kipauw berupa kumpulan tenaga besar yang penuh semangat.

 

Di tengah, PSM bisa mengambil kesempatan buat mengimbangi permainan. Cuma Muhammad Ilham dan Dedi Kusnandar saja yang mampu mengatur irama. Gelandang Persebaya lain belum disiplin menjaga tempo dan cenderung main cepat. Cara cepat yang terburu-buru pasti mudah dihentikan oleh PSM lewat gaya keras ala Makassar.

 

Pergolakan paling sengit tak lain antara penyerang Green Force kontra bek-bek Juku Eja. Adu otot dan baku cari akal akan mewarnai teritorial ini. Greg Nwokolo dan Emmanuel Kenmogne bernaluri licik dan keduanya lihai bertarung kasar tanpa terdeteksi secuit pun peluit wasit.

 

Boman Aime dari Pantai Gading, muka baru di sektor vital PSM. Ia menghadapi dua kemungkinan: diberi pelajaran berharga mengenai tabiat asli sesama pemain asal Afrika di tengah lapangan ISL 2014. Atau memberi pelajaran berharga tentang asas sportivitas dalam batas-batas yang lebih bersih daripada harus ngotot main kotor. Bisakah Jayusman, Rasul Zainuddin, dan Hendra Wijaya membantu Boman bertahan total dari sengat agresi berbahaya Kenmogne dan Nwokolo?

 

Itulah perbandingan versi Okezone mencermati kekuatan kedua kesebelasan. Tim yang lebih tenang tentu akan menang. Boleh banyak tenaga, tapi tak perlu banyak gaya. PSM 47,5:52,5 Persebaya.

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini