PSM vs Semen Padang Berhenti Tengah Jalan

Andi Aisyah, Jurnalis
Minggu 28 November 2010 01:53 WIB
Kerusuhan PSM Makassar melawan Semen Padang. Foto: Andi Aisyah/Okezone.com
Share :

MAKASSAR – Ambisi PSM Makassar memenangkan laga kandang ke-5-nya melawan Semen Padang FC pupus sudah. Pasalnya, pertandingan tersebut terhenti di tengah jalan karena kerusuhan penonton.
 
Pengawas pertandingan dari PSSI yang memantau langsung jalannya laga menyatakan permainan Juku Eja kontra Kabau Sirah harus dihentikan dengan skor terakhir 0-1 bagi tim tamu, Semen Padang FC. Gol satu-satunya milik Semen Padang FC tercipta dari kaki strikernya, Saktiawan Sinaga di menit 60. Saktiawan memanfaatkan umpan balik dari rekan setimnya dari sayap kiri ke arah gawang PSM yang dijaga Deni Marcel.
 
Sebelumnya sejak menit pertama, saling serang dan bertahan antarkedua tim papan atas Indonesia Super League (ISL) 2010-2011 terjadi silih-berganti. Pantauan okezone, pertahanan tim Kabau Sirah yang turun dalam formasi 4-4-2 ini cukup kuat. Keberadaan kaptennya Hengki Ardilles berduet Tomi Rifka, Park Chung Hyung, dan David Pagbe pada lini belakang tak mampu dipatahkan pemain Juku Eja yang juga turun dengan formasi sama. Andi Oddang dan Anoure Obiora yang menjadi pemain depan sudah sering dihadang lawan sejak memasuki lapangn tengah, sehingga mengalami kesulitan menembus pertahanan.
 
Beberapa peluang gol sebenarnya sempat dimiliki Ramang Junior namun tak berhasil dieksekusi dengan baik oleh para pemainnya seperti pada awal babak pertama dari tendangan langsung oleh gelandang Srecko Mitrovich hanya melewati bagian atas mistar gawang. Begitu pula ada beberapa kesempatan berikutnya, baik di babak pertama maupun di babak kedua. Bola-bola lambung jauh yang dilepas kepada Oddang dan Obiora tak mampu membongkar ketatnya jantung pertahanan Semen Padang FC.
 
Di pihak lawan, kesempatan yang lebih banyak didapat Semen Padang. Tapi tak juga berhasil menjadi gol. Kasus yang diduga hands’ball oleh pemain belakang Semen Padang FC Park Chul Hyung di menit 70 yang seharusnya dihukum penalti namun hanya diberi tendangan bebas juga gagal dikonversi oleh Andi Oddang. Bola tendangannya melambung di atas mistar gawang.
 
Dalam pertandingan ini, sebuah insiden sempat mendapatkan perhatian serius dari semua pihak yang ada di Stadion Mattoanging, Makassar. Pasalnya, pada menit 7 bek PSM Goran Subara terpaksa dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulance. Sebelumnya Goran berbenturan keras dengan pemain belakang Semen Padang FC di depan gawang tim Kabau Sirah tersebut.
 
Perbenturan dua kepala yang sangat keras ini menyebabkan Goran terjatuh kemudian mengalami kejang-kejang dengan tangan terangkat selama beberapa saat. Dia terlihat tidak sadarkan diri dan segera diangkut petugas paramedis ke Rumah Sakit Faisal, Makassar. Namun informasi terakhir, sesaat sebelum berita ini diturunkan, manajer PSM Hendra Siradjuddin menyatakan Goran telah meninggalkan rumah sakit dan bergabung dengannya di mess PSM untuk membicarakan situasi lebih lanjut.
 
Sedangkan pertandingannya sendiri harus terhenti di menit 79 karena puluhan suporter masuk ke dalam lapangan, kemudian memicu kericuhan dengan memprotes keputusan wasit Aeng. Tak ada keterangan lebih jelas usai pertandingan yang diberikan pihak berwenang dari PSSI tentang kelanjutan pertandingan yang masih tersisa sekira 10 menit.

(Hendra Mujiraharja)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya