SIDOARJO - Rencana penjualan Deltras Sidoarjo yang dilontarkan Pananggungjawab Tim Vigit Waluyo, tak membuat pemain tim dalam kebingungan. Pemain yang berhasil dikonfirmasi mengaku tidak terlalu memikirkan penjualan itu.
Salah seorang pemain yang berhasil dihubungi kemarin menuturkan, secara tim tidak ada kepanikan terkait rencana tersebut. Siapa pun yang menjadi pengelola, tidak menjadi persoalan sejauh masalah finansial bisa diatasi.
“Kalau memang untuk kebaikan dan masalah pendanaan selesai, kenapa harus bingung. Saya di sini dikontrak untuk bermain bagus dan menang, bukan ikut memikirkan persoalan keuangan klub,” kata salah seorang pilar The Lobster.
Pemain yang meminta namanya tak disebutkan ini mencontohkan klub di Liga Eropa yang sering berganti kepemilikan. Nyatanya itu tak mengurangi motivasi pemain di lapangan. Begitu pula yang terjadi di tim Deltras yang dilatih Mustaqim.
Punggawa The Lobster yang berposisi gelandang tersebut mengaku paham dengan kondisi Deltras selama ini. “Saya lihat Pak Vigit (Waluyo) menanggung sendiri biaya Deltras. Kalau dpikir-pikir, memang berat juga karena biaya untuk klub tidak murah,” tambahnya.
Dijual atau tidak, ia meminta persoalan yang dihadapi Deltras secepatnya selesai karena kompetisi belum lama dimulai. Jika persoalan berlarut-larut, dikhawatirkan semakin memperburuk keadaan, seperti tak terbayarnya gaji pemain.
Ia menyadari para pemain pasti ada perbedaan dalam menyikapi masalah ini. Mungkin ada yang merasa semangatnya menurun karena klub terancam bangkrut. “Makanya kita berharap cepat beres. Eman (sayang) kalau melihat prestasi Deltras sejauh ini,” tandasnya.
Benar saja. Deltras yang bercokol di posisi tiga klasemen sementara, harus menghadapi persoalan pelik. Pelatih Mustaqim sebelumnya berkomitmen untuk menjaga mental tim walau kondisi finansial klub tidak begitu menguntungkan.
Apalagi setelah kembali ke kompetisi pada Januari nanti Deltras langsung disambut dua partai away, yakni menantang Semen Padang dan Pelita Jaya Karawang. Jika konsentrasi tim goyah, The Lobster kembali terancam pulang dengan tangan hampa.
Sementara itu, hingga kemarin belum ada perkembangan terbaru terkait rencana penjualan Deltras. Bupati Sidoarjo Saiful Illah memang menolak penjualan Deltras karena mengklaim klub itu dalam kepemilikan Pemerintah Daerah Sidoarjo.
Tapi belum ada langkah konkrit untuk menyelesaikan persoalan tersebut. “Kita akan secepatnya mengagendakan pertemuan untuk membahas Deltras,” demikian kata Saiful Illah. Sementara Manajer Deltras Ayu Sartika Virianti masih bersikukuh tak berkomentar.
“Soal itu (penjualan), langsung saja ke Pak Vigit. Dia yang bisa menjelaskan,” cetus Ayu. Sebelumnya diberitakan Vigit berniat menjual Deltras ke Ketua kamar Dagang dan Industri (Kadin) La Nyalla Mattalitti sebagi paket dari pembayaran hutang.
(Dewi)