Sementara itu, terdapat 22 keputusan yang dianggap kurang tepat dari total 183 KMI yang terjadi. Angka tersebut setara dengan sekitar 12 persen dari keseluruhan keputusan penting yang diambil wasit.
Jika dibandingkan dengan Super League 2025-2026 hingga pekan ke-23, tingkat akurasi keputusan wasit meningkat menjadi 90 persen. Dari total 239 KMI, sebanyak 215 keputusan dinilai tepat oleh tim evaluasi.
Jumlah keputusan yang kurang tepat memang meningkat dari 22 menjadi 24 kasus. Namun, secara persentase justru menurun menjadi sekitar 10 persen dari total KMI yang terjadi.
Peningkatan akurasi semakin terlihat jika melihat periode pekan 14 hingga 23 Super League 2025-2026. Pada fase tersebut, persentase keputusan tepat mencapai 94 persen dengan 85 keputusan benar dari total 90 KMI.
“Sama seperti di Super League, performa wasit di Championship (Liga 2) juga terjadi peningkatan, tetapi setelah itu stabil,” tutur Ogawa.
Pria berusia 66 tahun itu menjelaskan bahwa hingga pekan ke-21 Championship musim ini, tingkat keputusan tepat wasit sudah mencapai 91 persen. Peningkatan tersebut juga dipengaruhi penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) yang mulai diterapkan pada musim ini.
Sebelum penggunaan VAR, persentase keputusan tepat berada di angka sekitar 75 persen. Setelah teknologi tersebut digunakan, angka akurasi meningkat signifikan dan kembali naik secara bertahap pada periode pekan 12 hingga 21.
Meski data menunjukkan adanya kemajuan, Yoshimi Ogawa menegaskan evaluasi terhadap kinerja wasit tetap dilakukan secara berkala. Ia ingin memastikan kualitas wasit di Indonesia terus meningkat dan mampu mempertahankan standar yang sudah dicapai.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.