KETUA Komite Wasit dan Departemen Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, mengungkapkan adanya peningkatan kinerja wasit Super League 2025-2026. Berdasarkan data yang telah dihimpun, akurasi keputusan wasit mencapai 90 persen.
Kepemimpinan wasit masih menjadi sorotan dalam kompetisi sepakbola Indonesia, baik di kasta tertinggi maupun di level di bawahnya. Evaluasi terhadap kinerja pengadil lapangan terus dilakukan untuk menjaga kualitas pertandingan di kompetisi nasional.
Yoshimi Ogawa menyebut performa wasit yang bertugas di Super League dan Championship mengalami perkembangan positif. Pria asal Jepang itu menilai kualitas pengambilan keputusan para wasit saat ini semakin baik dibanding musim sebelumnya.
Ia memaparkan sejumlah data sebagai bukti peningkatan tersebut. Data tersebut disampaikan dalam acara media briefing yang dihadiri Okezone di GBK Arena, Senayan, Jakarta pada Selasa 10 Maret 2026.
“Kami menjalankan sejumlah inisiatif strategis untuk meningkatkan kualitas perwasitan, mulai dari penguatan sistem evaluasi, pengembangan jumlah, dan kualitas wasit di daerah, hingga pembinaan wasit futsal,” ujar Ogawa kepada awak media, termasuk Okezone
Berdasarkan data yang ditampilkan, terdapat peningkatan akurasi keputusan wasit jika membandingkan kompetisi Liga 1 2024-2025 dengan Super League 2025-2026. Indikator tersebut dilihat dari jumlah Key Match Incident (KMI) yang dievaluasi sepanjang musim.
Pada periode pekan 1 hingga 23 Liga 1 2024-2025, tercatat ada 183 KMI dari total 207 pertandingan yang dianalisis. Dari jumlah tersebut, 161 keputusan atau sekitar 88 persen dinilai tepat oleh tim evaluasi.
Sementara itu, terdapat 22 keputusan yang dianggap kurang tepat dari total 183 KMI yang terjadi. Angka tersebut setara dengan sekitar 12 persen dari keseluruhan keputusan penting yang diambil wasit.
Jika dibandingkan dengan Super League 2025-2026 hingga pekan ke-23, tingkat akurasi keputusan wasit meningkat menjadi 90 persen. Dari total 239 KMI, sebanyak 215 keputusan dinilai tepat oleh tim evaluasi.
Jumlah keputusan yang kurang tepat memang meningkat dari 22 menjadi 24 kasus. Namun, secara persentase justru menurun menjadi sekitar 10 persen dari total KMI yang terjadi.
Peningkatan akurasi semakin terlihat jika melihat periode pekan 14 hingga 23 Super League 2025-2026. Pada fase tersebut, persentase keputusan tepat mencapai 94 persen dengan 85 keputusan benar dari total 90 KMI.
“Sama seperti di Super League, performa wasit di Championship (Liga 2) juga terjadi peningkatan, tetapi setelah itu stabil,” tutur Ogawa.
Pria berusia 66 tahun itu menjelaskan bahwa hingga pekan ke-21 Championship musim ini, tingkat keputusan tepat wasit sudah mencapai 91 persen. Peningkatan tersebut juga dipengaruhi penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) yang mulai diterapkan pada musim ini.
Sebelum penggunaan VAR, persentase keputusan tepat berada di angka sekitar 75 persen. Setelah teknologi tersebut digunakan, angka akurasi meningkat signifikan dan kembali naik secara bertahap pada periode pekan 12 hingga 21.
Meski data menunjukkan adanya kemajuan, Yoshimi Ogawa menegaskan evaluasi terhadap kinerja wasit tetap dilakukan secara berkala. Ia ingin memastikan kualitas wasit di Indonesia terus meningkat dan mampu mempertahankan standar yang sudah dicapai.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.