BOBOTOH cantik asal Garut, Rahma Riyan Diana, menegaskan dukungannya untuk Persib Bandung yang kini mengalihkan fokus penuh ke Super League 2025-2026. Terdekat, Maung Bandung -julukan Persib Bandung- dijadwalkan menjamu Persita Tangerang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat pada Minggu (22/2/2026) pukul 20.30 WIB.
Rahma menilai, secara performa Persib Bandung sebenarnya menunjukkan kualitas terbaiknya pada leg kedua ajang AFC Champions League 2 2025-2026 saat menghadapi Ratchaburi FC. Meski akhirnya tersingkir, ia melihat ada banyak hal positif dari permainan tim kebanggaannya tersebut.
“Di leg kedua kemarin sebenarnya permainan Persib sudah sangat bagus. Anak-anak mainnya ngotot, disiplin, dan kelihatan banget semangatnya,” ujar Rahma.
Namun, ia juga menyoroti kepemimpinan wasit dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, terdapat sejumlah keputusan yang dinilai merugikan Persib Bandung.
“Memang ada banyak kejanggalan dari wasit. Mulai dari hal-hal kecil yang kalau terjadi berulang tentu berpengaruh. Bahkan terkesan wasit ini mudah sekali memberikan kartu ke pemain Persib, tapi sulit mengeluarkan kartu untuk pemain Ratchaburi,” kata Rahma.
Secara agregat, Persib Bandung harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 1-3. Hasil tersebut membuat Maung Bandung gugur dengan selisih dua gol.
Meski demikian, Rahma meminta seluruh bobotoh untuk tetap bangga dan tidak larut dalam kekecewaan. Ia menilai perjuangan para pemain patut diapresiasi.
“Walaupun akhirnya gugur, tapi kita tetap harus bangga. Main dengan 10 orang dan tetap bisa menang 1-0 itu bukan hal mudah. Artinya mental dan kualitas tim kita sebenarnya ada,” ungkapnya.
Kini, menurut Rahma, fokus utama harus diarahkan sepenuhnya ke kompetisi domestik. Ia optimistis para pemain akan menjadikan kegagalan di level Asia sebagai motivasi tambahan untuk tampil lebih maksimal di liga.
“Sekarang fokusnya ke Super League. Justru setelah tersingkir dari ACL-2, para pemain pasti ingin membuktikan diri. Mereka pasti ingin membayar kepercayaan bobotoh,” ujar Rahma.
Ia juga menyinggung kekalahan Persib Bandung dari Persita pada putaran pertama. Namun, ia yakin situasi kali ini berbeda, terutama karena pertandingan akan digelar di kandang sendiri.
“Memang di putaran pertama kita kalah dari Persita. Tapi sekarang main di GBLA, dan sejauh ini semua laga kandang di Super League selalu dimenangkan Persib. Jadi saya tetap optimis,” tegas Rahma.
Menurutnya, motivasi untuk membalas kekalahan di putaran pertama akan menjadi energi tambahan bagi skuad Maung Bandung. Selain itu, dukungan bobotoh di kandang diyakini mampu mendongkrak mental bertanding para pemain.
“Justru ini jadi momen balas dendam. Anak-anak pasti punya motivasi lebih. Ditambah lagi dukungan bobotoh di kandang itu luar biasa,” katanya.
Meski optimistis, Rahma mengakui lini depan Persib Bandung saat ini belum sepenuhnya tajam seperti yang diharapkan. Adaptasi sejumlah pemain anyar dinilai masih membutuhkan waktu.
“Kalau lihat beberapa pertandingan terakhir, memang lini depan belum setajam yang kita inginkan. Ada pemain baru juga yang masih adaptasi. Tapi saya yakin pelan-pelan akan padu,” ujarnya.
Untuk laga kontra Persita, Rahma memprediksi Persib akan meraih kemenangan tipis.
“Mungkin prediksi saya 1-0 untuk Persib. Skor tipis tidak apa-apa, yang penting tiga poin,” katanya.
Ia menambahkan, kemenangan tersebut akan sangat penting untuk menjaga posisi Persib Bandung di papan atas klasemen sementara Super League 2025-2026. “Kalau bisa menang lagi, tentu akan semakin mengokohkan Persib di puncak klasemen. Semoga tren positif di kandang terus berlanjut,” pungkasnya.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.