Gary Neville Jelaskan Perbedaan Strategi Transfer Man United dan Liverpool

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 22 September 2020 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 45 2281969 gary-neville-jelaskan-perbedaan-strategi-transfer-man-united-dan-liverpool-AKqAp3vHxJ.jpg Ole Gunnar Solskjaer dan Donny van de Beek. (Foto/Man United

MANCHESTER - Legenda Manchester United, Gary Neville menjelaskan strategi transfer pemain antara eks klubnya dengan rival mereka, Liverpool. Man United, kata Neville tidak punya kompetensi di pasar transfer.

Man United sejauh ini baru mendatangkan satu pemain. Manajemen berhasil mendapatkan Donny van de Beek dari Ajax dengan nilai transfer 40 juta pounds atau sekira Rp785 miliar dengan durasi kontrak selama lima tahun.

Foto/Man United

Namun, target utama Man United, Jadon Sancho hingga saat ini belum mendarat di Old Trafford. Kepindahan pemain berusia 20 tahun itu terkendala biaya transfer yang mencapai 120 juta euro atau sekira Rp2 triliun, yang diminta Borussia Dortmund.

Baca juga: Legenda Liverpool Ungkap Kelemahan Lini Tengah Man United

Baca juga: Buruknya Lobi Transfer Man United

Neville yang kini menjadi pengamat sepakbola menjelaskan teorinya mengapa Man United gagal mendatangkan pemain incaran. Hal ini berbanding terbalik dengan Liverpool yang sudah mendapatkan tiga pemain, yakni Kostas Tsimikas, Diogo Jota dan Thiago Alcantara.

“(Man United) tidak memiliki otoritas dan kendali di pasar transfer. Sangat kontras dengan Liverpool, yang memegang kendali,” kata dia dalam Podcast-nya .

"Apa yang telah terjadi dalam delapan tahun terakhir, saya pikir orang-orang di sana (Man United) telah kehilangan kepercayaan diri dan mereka sekarang mencoba cara lain," tutur dia.

Ia menjelaskan bahwa Liverpool sangat baik di bursa transfer. Mereka mendapatkan Alcantara dari Bayern Munich dengan biaya 20 juta pounds (sekira Rp377 miliar).

"Anda melihat Liverpool mendapatkan pemain seharga 40 juta pounds dengan harga 25 juta pounds. (Timo) Werner (di Chelsea) jelas cukup murah dibandingkan dengan harga di pasaran,” ungkap Neville.

"Manchester United sepertinya selalu harus membayar mahal. Saya tidak berpikir orang-orang di klub akan menyukainya,” kata dia lagi.

Foto/Liverpool

Neville menjelaskan bahwa direksi Man United tidak memiliki kualitas dan pengalaman dalam mendatangkan pemain, karena bukan orang yang datang dari dunia sepakbola. Ia menambahkan bahwa struktur direksi Man United sangat rumit dan berbelit-belit.

"Liverpool dan Chelsea depat dan tepat, sama dengan Manchester City. Man United tampaknya tidak dapat menyelesaikan bisnis mereka dan sayangnya itu telah menjadi masalah besar,” tuturnya.

“Itulah masalah yang dimiliki United. Mereka belum mendapat otoritas dan kendali di bursa transfer,” ujar Neville.

"Orang-orang yang bertanggung jawab atas hal ini tidak akan suka mendengarnya tetapi mereka harus mendengarnya karena mereka tidak melakukan tugas mereka. Para pemain dan pelatih dikritik, tetapi orang-orang yang berada di tribun memiliki tugas untuk membuat tim yang kuat agar membangun tim yang bisa memenangkan liga,” pungkas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini