Buruknya Lobi Transfer Man United

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 22 September 2020 11:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 45 2281725 buruknya-lobi-transfer-man-united-848CvD4wHe.jpg Donny van de Beek. (Foto/Man United)

MANCHESTER – Eks bek kiri Manchester United, Patrice Evra mengungkapkan buruknya lobi Setan Merah dalam merekrut pemain, karena melibatkan seorang pengacara untuk membawa pemain incaran ke Old Trafford. Ia menilai cara itu tidak efektif karena menyerahkan masalah tersebut kepada pihak yang tidak mengenal sepakbola.

Man United sejauh ini baru mendatangkan satu pemain. Manajemen berhasil mendapatkan Donny van de Beek dari Ajax dengan nilai transfer 40 juta pounds atau sekira Rp785 miliar dengan durasi kontrak selama lima tahun.

Foto/Man United

Namun, target utama Man United, Jadon Sancho hingga saat ini belum mendarat di Old Trafford. Kepindahan pemain berusia 20 tahun itu terkendala biaya transfer yang mencapai 120 juta euro atau sekira Rp2 triliun, yang diminta Borussia Dortmund.

Baca juga: Tak Mau Kalah Lagi, Solskjaer Bicarakan Persiapan Man United Jelang Hadapi Luton

Melalui video di Instagram, Evra membandingan pendekatan transfer Man United di era CEO David Gill dan Alex Ferguson dengan kepala eksekutif Ed Woodward dan Matt Judge, kepala negosiator transfer Man United. Ia mengatakan saat era Ferguson, pelatih legendaris itu langsung menemui pemain buruannya.

"Saat itu, tidak ada kabar Fergie akan mendatangkan pemain di koran, lalu (Robin) Van Persie, Evra, (Nemanja) Vidic, (Rio) Ferdinand, semuanya cepat. Ketika Manchester United menginginkan seorang pemain, mereka pergi dan berbicara dengannya secara langsung,” ungkap Evra.

"Ketika Ferguson dan David Gill datang menemui saya di Monaco, wawancara itu sulit dibanding wawancara dengan CIA atau FBI,” kata dia.

Namun, kata Evra, telefonnya kini sering berdering. Banyak direktur olahraga klub papan atas Eropa yang menghubunginya. Mereka meminta dia untuk menghubungi kepala negosiator Man United.

“Orang harus mengerti bahwa kami mengirim pengacara untuk berbicara dengan pemain, dan ketika Anda mengirim pengacara, mereka berbicara tentang angka, mereka bukanlah orang dari dunia sepakbola. Jadi, ketika kami menginginkan seorang pemain, dia biasanya berharga 20 juta pounds dan Anda akhirnya mencoba membelinya seharga 100 juta pounds, bahkan para pemain itu tidak menginginkan uang lagi,” paparnya.

Ia pun memberi contoh kegagalan Man United dalam membeli pemain. Salah satunya mendatangkan Alexis Sanchez dari Arsenal.

“Contoh sempurna adalah Alexis Sanchez. Manchester City adalah yang pertama, dia meminta begitu banyak uang, bahkan Guardiola mengatakan, 'Saya tidak dapat memberikan uang itu karena saya akan kehilangan kepercayaan pemain,’” ungkap Evra.

“Tapi beruuntung bagi Alexis, Manchester United membujuknya, 'ayo, ayo, kita punya uang di sini'. Bahkan dia bilang setelah satu hari dia bertanya kepada agennya apakah dia bisa memutuskan kontraknya,” lanjut dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini