Dalam Kamus Guardiola Liga Champions Bukan yang Terpenting

Andika Pratama, Jurnalis · Selasa 02 Juli 2019 22:15 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 02 261 2073811 dalam-kamus-guardiola-liga-champions-bukan-yang-terpenting-oJmXzMVyha.jpg Josep Guardiola angkat trofi Liga Inggris (Foto: Premierleague)

MANCHESTER – Pelatih Manchester City, Josep Guardiola, meraih kesuksesan di kompetisi domestik Inggris pada musim 2018-2019. Juru taktik berpaspor Spanyol itu mampu membawa Man City menyapu bersih semua trofi di kompetisi domestik.

Man City bahkan menjadi juara Liga Inggris secara beruntun mengulang catatan apik rival sekota mereka, Manchester United, pada 2006-2009. Kendati demikian, Man City gagal total di Liga Champions karena gugur di babak perempatfinal.

Manchester City (Foto: Premierleague)

Trofi Liga Champions justru menjadi milik Liverpool yang notabene mereka kalahkan dalam perebutan trofi Liga Inggris. Banyak pihak yang mencibir kegagalan Man City di Liga Champions tetapi Guardiola punya pembelaan.

BACA JUGA: Guardiola Akui Sisi Magis Kandang Liverpol, Anfield Stadium

Guardiola menilai Liga Inggris lebih penting karena kemenangan dari setiap laga akan membuat klub tampak lebih besar. Guardiola pun menyebut pemain-pemain di bursa transfer akan lebih tertarik dengan tim yang kuat di liga karena konsisten meraih kemenangan.

Josep Guardiola (Foto: Premierleague)

Kendati menilai Liga Inggris lebih penting tetapi Guardiola tak menampik bahwa trofi Liga Champions juga berharga. Semua trofi penting untuk Guardiola tetapi Liga Inggris memiliki nilai yang lebih tinggi di matanya.

“Ketika orang mengatakan ‘tapi dia tidak memenangkan Liga Champions (dengan Man City),’ saya menjawab saya ingin Liga Champions tetapi Liga (Inggris) itulah yang membuat para pemain mengikuti Anda, karena setiap tiga hari Anda menang,” kata Guardiola, seperti yang dikutip dari Daily Star, Selasa (2/7/2019).

“Liga membuatmu tetap di tempat (tertinggi). Itu alasan saya menjadikannya sebagai prioritas mutlak. Saya tidak bisa meninggalkan segalanya secara acak, kompetisi yang tak terkontrol, seperti Liga Champions atau kompetisi Piala, seperti di Inggris,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini