Varane Akui Sulit Terima Kenyataan saat Madrid Takluk dari Man City

Bagas Abdiel, Jurnalis · Senin 14 September 2020 22:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 14 261 2277749 varane-akui-sulit-terima-kenyataan-saat-madrid-takluk-dari-man-city-Ecd0a8cHgH.jpeg Raphael Varane (Foto: Laman resmi UEFA)

MADRID – Bek Real Madrid, Raphael Varane, sempat sulit menerima kenyataan saat timnya takluk dari Manchester City di babak 16 besar Liga Champions 2019-2020. Ia mengaku tak kuasa berdamai dengan fakta bahwa ia membuat kesalahan yang merugikan untuk Madrid.

Pada leg kedua babak 16 besar di Stadion Etihad, bek berpaspor prancis itu mengalami malam yang tak terlupakan. Tampil penuh dengan kepercayaan diri ke Manchester, tetapi skuad Zinedine Zidane harus pulang dengan tangan hampa.

Man City vs Real Madrid

Impian mereka untuk melaju ke perempatfinal menjadi sirna setelah takluk 1-2 dari Man City. Varane pun dianggap sebagai pemain yang memiliki tanggung jawab besar atas kekalahan Los Blancos –julukan Madrid.

Ia melakukan dua kesalahan fatal yang menyebabkan gawang Madrid kebobolan. Pertama ia membiarkan Gabriel Jesus melewatinya yang kemudian melakukan operan kepada Raheem Sterling untuk mencetak gol.

Baca juga Madrid Tersingkir dari Liga Champions, Kroos Tak Mau Salahkan Varane

Kemudian gol kedua Man City terjadi saat Varane salah memberikan umpan kepada Thibaut Courtois. Saat itu, umpannya justru mampu diserobot Jesus hingga akhirnya menjebol gawang Madrid.

Situasi tersebut membuat Varane tidak bisa tidur. Pemain berusia 27 tahun itu mengakui membutuhkan waktu yang sangat lama untuk memulihkan diri dari peristiwa mengecewakan tersebut dan berusaha bangkit.

“Ya, yang pasti itu tidak akan menjadi kenangan yang sangat baik dalam karier saya. Itu adalah pertandingan yang sulit bagi saya,” ungkap Varane, mengutip dari Goal, Senin (14/9/2020).

“Segera setelah pertandingan saya ingin bertanggung jawab, saya melakukan beberapa kesalahan, itu membuat kami kehilangan kemenangan,” tambahnya.

Man City vs Real Madrid

“Anda harus mencerna dan melihat apa yang terjadi di depan, dan memikirkan tentang apa yang terjadi,” sambungnya.

“Pada level tertinggi, kami tidak punya waktu untuk memikirkannya, kami harus memikirkan pertandingan berikutnya,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini