Sementara itu, Pengurus Pusat (PP) The Jakmania turut menyayangkan kejadian tersebut. Organisasi suporter Persija itu menegaskan bahwa keselamatan setiap orang harus menjadi prioritas tanpa membedakan identitas maupun afiliasi klub.
“PP the Jakmania juga mengecam tindakan kekerasan serupa yang dialami oleh Jakmania Cikampek saat dalam perjalanan kembali ke wilayahnya. Kami memandang bahwa keselamatan setiap orang harus menjadi prioritas, tanpa memandang identitas, afiliasi, maupun latar belakangnya. Tidak ada rivalitas sepak bola yang dapat membenarkan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain," tulis pernyataan resmi PP The Jakmania.
(Erha Aprili Ramadhoni)