Ketum The Jakmania Minta Maaf atas Penyerangan terhadap Bus Persib U-18

Cikal Bintang, Jurnalis
Senin 12 Oktober 2026 14:08 WIB
Ketum The Jakmania Minta Maaf atas Penyerangan terhadap Bus Persib U-18 (Ist)
Share :

JAKARTA - Ketua Umum The Jakmania, Muhammad Aditya Putra, menyampaikan permintaan maaf atas penyerangan terhadap bus tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18. Aditya menegaskan, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan.

1. Ketum The Jakmania Minta Maaf

"Dari perspektif manapun, kejadian semalam jelas salah. Kami sedang terus mengidentifikasi siapa yang melakukan," tulis Aditya dikutip dari akun Instagram pribadinya @adityaptr19, Senin (12/10/2026).

Ia mengungkapkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan petugas yang berwenang untuk mengidentifikasi pelaku. Aditya menyerahkan proses hukum kepada pihak yang berwenang.

"Untuk selanjutnya, kami menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada yang berwenang," ucap Aditya.

"Mohon maaf atas apa yang terjadi," tambahnya.

Sebelumnya, bus rombongan tim EPA Persib Bandung U-18 diserang di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah pada Minggu (11/10/2026) malam WIB. Insiden tersebut menyebabkan bus mengalami kerusakan. Sejumlah koper milik rombongan dijarah dan satu ofisial menjadi korban kekerasan fisik.

Bus Persib U-18 Diserang di Rest Area Batang (Ist)

2. Bus Persib U-18 Diserang

Berdasarkan keterangan Persib yang diterima Okezone, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Saat kejadian, rombongan Persib U-18 sedang dalam perjalanan menuju Bandung setelah menghadapi Garuda United di Solo, Jawa Tengah, dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-18.

Informasi awal menyebutkan, rombongan Persib berpapasan dengan kelompok suporter rival yang sedang dalam perjalanan pulang setelah mendukung timnya bertanding di Yogyakarta. Bus Persib U-18 kemudian dilaporkan menjadi sasaran penyerangan oleh  oknum yang diduga berasal dari rombongan tersebut.

Namun, identitas pelaku utama dalam insiden itu belum dapat dipastikan. Persib juga melaporkan adanya kerusakan pada bus serta dugaan penjarahan sejumlah koper milik ofisial dan anggota tim.

Dua personel Persib yang berada dalam rombongan tersebut, yakni Media Officer Persib untuk EPA Pandu Persada dan perwakilan Akademi Persib bernama Ridwan, mengalami situasi yang lebih sulit. Keduanya sempat terpisah dari rombongan ketika berusaha kembali ke bus setelah berada di area toilet rest area.

Situasi yang tidak kondusif dan banyaknya orang di lokasi membuat Pandu dan Ridwan tidak dapat segera bergabung dengan rombongan. Bus tim EPA kemudian melanjutkan perjalanan lebih dahulu, sementara keduanya masih tertinggal di lokasi kejadian.

 

Dalam situasi tersebut, Pandu dilaporkan mengalami kekerasan fisik yang diduga dilakukan sejumlah orang yang terlibat dalam penyerangan. Untuk menghindari ancaman lebih lanjut, dia kemudian berlindung di sebuah tempat tambal ban di kawasan Rest Area KM 360 Batang.

Sementara itu, Ridwan berhasil meninggalkan lokasi setelah menumpang mobil milik orang tua salah satu pemain Persib U-18. Persib selanjutnya melakukan koordinasi intensif dengan kepolisian setempat untuk memastikan keselamatan Pandu sekaligus mengupayakan proses pengamanan dan evakuasinya.

Manajemen Persib mengambil sikap tegas mengecam segala bentuk penyerangan. Manajemen Persib bakal menempuh jalur hukum untuk penyelesaian kasus tersebut.

"Persib memandang serius insiden ini karena menyangkut keselamatan personel yang sedang menjalankan tugas profesional, sekaligus dugaan perusakan kendaraan dan pengambilan barang milik rombongan tanpa hak," tulis Persib dalam keterangan resminya, dikutip pada Senin (12/10/2026).

Di sisi lain, manajemen Persib mengimbau seluruh pihak terutama suporter untuk menahan diri. Manajemen klub berjuluk Maung Bandung itu meminta suporter untuk tidak melakukan tindakan balasan yang bisa merugikan tim.

"Persib mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terdampak dan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik. Seluruh pihak juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan balasan yang dapat memperburuk situasi," katanya. 
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya