PSIM Incar Kemenangan sebagai Kado HUT Ke-97 saat Jamu Persita di Super League 2026-2027

Cikal Bintang, Jurnalis
Sabtu 05 September 2026 11:05 WIB
PSIM Incar Kemenangan sebagai Kado HUT Ke-97 saat Jamu Persita di Super League 2026-2027 (Instagram/@psimjogja_official)
Share :

YOGYAKARTA – PSIM Yogyakarta akan menjamu Persita Tangerang pada pekan pertama Super League 2026-2027. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta pada Sabtu (5/9/2026) pukul 15.30 WIB.

1. Berburu Kado HUT

Laga perdana ini memiliki arti khusus bagi PSIM Yogyakarta karena bertepatan dengan hari ulang tahun klub ke-97. Laskar Mataram didirikan pada 5 September 1929 dan kini memasuki usia 97 tahun.

PSIM Yogyakarta bertekad menjadikan pertandingan tersebut sebagai momentum positif untuk mengawali kompetisi. Kemenangan atas Persita juga menjadi target penting sekaligus peluang memberikan kado spesial pada hari ulang tahun klub.

Pelatih Kepala PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menyambut antusias dimulainya kompetisi resmi setelah melalui persiapan panjang. Menurut Van Gastel, laga melawan Persita akan sangat spesial bagi PSIM Yogyakarta.

“Ini adalah awal dari musim baru. Saya sangat bersemangat setelah libur panjang dan masa pramusim cukup panjang,” kata Van Gastel dilansir dari laman resmi PT Liga Indonesia Baru (I.League), Sabtu (5/9/2026).

PSIM Yogyakarta (Instagram/@psimjogja_official)

"Kami benar-benar ingin segera memulai kompetisi kembali, terlebih besok bertepatan hari ulang tahun PSIM Yogyakarta. Ini akan menjadi hari spesial, dan saya sangat menantikannya,” ucapnya.

Van Gastel juga melihat kembali perjalanan PSIM Yogyakarta sejak berhasil promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Setelah berhasil memenuhi target musim lalu, Laskar Mataram kini mulai menatap hasil lebih baik di musim 2026-2027.

“Jika melihat perjalanan PSIM menghabiskan 18 tahun di kasta kedua sebelum meraih promosi, prioritas utama kami musim lalu sebagai tim promosi adalah bertahan agar tidak terdegradasi. Tentu saja, setiap tim selalu memiliki kekuatan serta kelemahan masing-masing,” ujarnya.

2. Serangan Efektif

Menghadapi Persita, efektivitas serangan menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dari tim pelatih PSIM Yogyakarta. Van Gastel menyadari membongkar pertahanan dengan skema low block membutuhkan variasi serangan yang tepat.

 

“Kami jelas memiliki kendala dalam penyelesaian akhir di sepertiga akhir lapangan. Seperti pernah disampaikan Arne Slot saat melatih Liverpool musim lalu, sangat sulit membongkar pertahanan blok rendah. Jika Liverpool saja kesulitan menghadapinya, tim seperti PSIM menghadapi tantangan serupa,” tutur Van Gastel.

PSIM juga tidak ingin terlalu terpaku pada hasil pertemuan dengan Persita pada musim sebelumnya. Van Gastel menilai kondisi kedua tim saat ini sudah berbeda karena masing-masing telah melakukan perubahan komposisi pemain.

Persiapan menghadapi Persita juga dilakukan dengan menganalisis permainan calon lawannya tersebut. Van Gastel mengaku telah mempelajari pertandingan Persita pada musim lalu untuk mengantisipasi strategi yang akan digunakan pada laga pembuka.

“Saya sudah meninjau kembali laga-laga melawan mereka musim lalu. Mengingat Persita masih ditangani pelatih kepala sama, saya berasumsi dia mempersiapkan timnya lewat cara serupa, dan kami mempertimbangkan setiap detail agar meraih hasil positif besok,” katanya. 

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya